Foto Syur Franda No Sensor

Foto Syur Franda No Sensor - Awal karier Franda adalah saat menjadi finalis MTV VJ Hunt 2007, namun ia tidak memenangkan ajang tersebut. Wanita keturunan tionghoa ini juga sempat menjadi pembawa acara tamu dalam acara musik RCTI, Dahsyat, menggantikan Luna Maya. Dalam acara tersebut, Franda menjadi host wanita bergantian dengan Olla Ramlan, Astrid Tiar, Laura Basuki, Jessica Iskandar dan Fanny Fabriana. Franda juga menjadi pembawa acara Lensa Olahraga & Gallery Sepakbola Indonesia di ANTV.
Berikut ini adalah beberapa foto dari sang artis seksi ini:




Cerita Dewasa: Kencan Di Pulau Dewata



Saya dan Rudi berangkat keBali untuk menghadiri seminar investasi yang diadakan oleh sebuahperusahaan sekuritas ternama di Indonesia. Seminar diadakan di sebuahhotel megah di Nusa Dua. Seminar ini tak hanya mengundang peserta dalamnegeri tetapi juga peserta dari luar negeri. Rudi adalah teman baiksaya dari SMA, dan kebetulan sekarang kita bekerja di satu perusahaan.Bersama Rudi, dari SMA kita telah banyak mengeksplorasi tentang wanitadan seks. Rudi is the master in seducing women. Nama saya Arthur danini kisahku.


Selasa

Saya dan Rudi telah check in di hotel tempat seminar diadakan. Kamidiberi satu kamar untuk berdua. Waktu menunjukkan pukul 13 siang, kamimemutuskan untuk menyewa mobil dan pergi jalan-jalan ke Kuta. Sayabanyak menghabiskan waktu untuk foto-foto obyek yang menarik, sedangkanRudi lebih senang keluar masuk toko mencari souvenir.


Rabu

Jam 8 pagi seminar telah dimulai. Pesertanya cukup banyak, sayataksir ada sekitar 80 orang. Untuk hari ini akan ada 4 session. Sayamelihat makalah seminar cukup banyak dan menarik. Sambil mendengarkanseminar, tak lupa saya mencari-cari yang cantik. Mata saya tertuju padaseorang wanita Chinese yang cantik berambut panjang yang duduk 1 meterdari saya. Rambutnya di beri high light warna merah tua. Ia mengenakanblazer dan rok selutut berwarna biru tua. Sekali-sekali ia menguap laluminum kopi. Selesai session pertama, ada istirahat 15 menit. Sayamemakai kesempatan ini untuk kenalan dengan wanita itu.

"Bagus ya topiknya tadi" kata saya membuka pembicaraan.
"Iya, menarik kok. Pembicaranya juga bagus cara membawakannya"
"Nama saya Arthur" kata saya sambil memberikan kartu namaku
"Oh iya, saya Dewi" katanya sambil mengeluarkan kartu namanya.

Rupanya Dewi bekerja di perusahaan sekuritas saingan perusahaan tempat saya bekerja

"Kamu sendiri saja ke seminar ini?" tanya saya.
"Iya, tadinya teman saya mau datang tapi last minute ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda"

Tak lama Rudi menghampiri saya diikuti oleh 1 pria dan 1 wanita. Dua-duanya Chinese.

"Arthur, kenalin nih teman saya dari Singapore. Dulu saya kuliah bareng dengannya" kata Rudi sambil menunjuk ke pria itu.
"Halo, saya Arthur"
"Saya Henry" kata si pria.
"Saya Carol" kata si wanita.

Kami lalu saling berkenalan dan bertukar kartu bisnis. Henry danCarol bekerja di perusahaan sekuritas di Singapore. Carol manis sekali.Tingginya sekitar 165 cm dan dadanya yang membusung terlihat jelasdibalik kemeja tanpa lengan yang ia kenakan. Rambutnya yang pendekmembuat penampilannya bertambah menarik. Sedangkan Dewi, tingginyasekitar 170 cm. Tatapan mata Dewi agak-agak nakal sehingga saya sempatberpikir ia akan mudah saya ajak tidur.

Session kedua pun kembali dimulai dan berakhir jam 12 siang. Saya,Rudi, Henry, Carol dan Dewi makan siang bersama di coffee shop hotel.Kami memakai kesempatan ini juga untuk berkenalan dengan pesertalainnya. Lumayan untuk memperluas net work. Session ketiga dan keempatberjalan dengan menarik dan banyak menambah ilmu. Seminar hari iniberakhir jam 5 sore.

"Arthur, kamu kan orang Indonesia, kemana kamu bisa membawa kami makan enak? Saya sudah bosan dengan makanan hotel" tanya Henry.
"Kita ke Jimbaran saja atau ke Legian, disana banyak restaurant"sahut saya. Kita berlima pun berangkat ke Jimbaran untuk makan malam.


Kamis

Seminar pun kembali dimulai jam 8 pagi. Topiknya yang menarikmembuat waktu berjalan dengan cepat. Tak terasa seharian penuh telahterlewatkan di ruang seminar. Selesai seminar, saya menawarkan untuk keKuta untuk melihat matahari terbenam, teman-teman pun setuju. Hari iniDewi terlihat cukup seksi, ia mengenakan rok mini ketat berwarna birumuda dan kemeja tanpa lengan berwarna putih. Di Kuta ia menyempatkanuntuk beli sandal karena dari hotel ia mengenakan sepatu hak. Carol punterlihat tambah manis. Ia mengenakan celana panjang ketat warna coklatmuda dan kemeja tanpa lengan warna putih. Carol ikut membeli sandal diKuta karena ia lupa membawa sandal dari Singapore. Selesai melihatmatahari terbenam, kita bersantai di Hard Rock Café lalu makan malam keWarung Made.


Jum'at

Hari terakhir seminar banyak diisi oleh tanya jawab dari peserta.Seminar berakhir jam 4 sore karena panitia memberi kesempatan bagipeserta rapat untuk menikmati sunset di Kuta. Sebuah bis telahdisiapkan untuk membawa peserta kesana. Kami berlima ikut ke Kutatetapi lebih memilih naik mobil sendiri daripada naik bis. Selesaimelihat sunset, kami berlima menyelusuri toko-toko di sepanjang Kuta.Carol, Henry, Dewi dan Rudi sibuk berbelanja. Dewi rupanya belum pernahke Bali sehingga ia senang sekali jalan-jalan ke Kuta. Jika sedangjalan ramai-ramai, Carol terlihat kecil mungil karena saya dan Ruditingginya 185 cm, Henry sekitar 180 cm dan Dewi sekitar 170 cm.

Bali semakin malam, kami memutuskan untuk makan malam di daerahLegian. Restaurant Maccaroni menjadi pilihan kami. Beberapa pesertaseminar ikut bergabung makan bersama kami. Tak henti-hentinya kamibercanda dan tertawa-tawa. We had a good time. Selesai makan, kamiberlima melanjutkan ke M-Bar-Go yang terletak satu jalan denganMaccaroni. Peserta rapat yang bergabung dengan kami lebih memilih untukkembali jalan-jalan di sepanjang Legian.

Musik berdentum-dentum dimainkan oleh DJ. Suasana cukup ramaitetapi tidak terlalu padat. Enak lah pokoknya untuk bersantai. Kamimemesan minuman beralkohol dan melanjutkan obrolan sambil menonton filmyang diputar di jumbo screen. Jam 23:00, saya terpaksa harus mengajakteman-teman pulang karena si Rudi kelihatannya sudah mabuk berat, Dewidan Carol mukanya merah dan mereka tertawa-tawa melihat Rudi yangmabuk.

Saya memang sengaja tidak minum terlalu banyak karena tidak adaniat mabuk malam itu. Setelah membayar minuman, saya membopong Rudikeluar, Carol bersandar pada Dewi dan Henri mengikuti dari belakang.Untung mobil diparkir tidak jauh dari club. Di mobil, Rudi takhenti-hentinya nyanyi dan tertawa. Dewi, Carol dan Henri ikut tertawamelihat kelakukan Rudi.

Setiba di hotel, saya menghentikan mobil depan lobby danmenyerahkan mobil ke petugas valet parking. Kembali saya bopong Rudi.Carol berjalan sambil setengah memeluk Henri sambil mengeluh kepalanyayang sakit. Dewi kelihatannya biasa saja padahal saya tau ia jugamabuk. Kami berlima naik lift dan saya menarik nafas lega karena tidakada anggota peserta di lobby hotel. Lift berhenti di lantai 3, Henridan Carol keluar karena kamar mereka di lantai 3. Saat pintu lifttertutup, Dewi berseru sambil membuka-buka tasnya

"Shit, kunci kartu gue mana ya?"
"Wah jangan-jangan tadi jatuh waktu tas kamu ditaro di kursi di club" kata saya.
"Argh, harus minta dibukain nih sama resepsionis" ujar Dewi.
"Telepon dari kamar saya saja" saya menawarkan.

Pintu lift terbuka di lantai 4, kembali saya membopong Rudi yangsudah tak sadarkan diri, Dewi membantu saya membuka pintu kamar. Begitumasuk kamar, saya langsung menjatuhkan Rudi di tempat tidur. Dewimembuka pintu balkon dan melihat keluar

"Wah enak sekali kalian dapat kamar menghadap laut"
"Lumayanlah, kecil-kecilan" kata saya sekenanya.

Saya berdiri di belakang Dewi lalu memegang kedua bahunya sedangkan Dewi tetap melihat kearah laut.

"Enak ya mendengar suara ombak" kata Dewi.

Dewi lalu merapatkan punggungnya ke dada saya dan saya merangkulDewi dari belakang. Dengan perlahan, saya mencium kepala Dewi laluturun ke kuping kiri. Dewi mendongakkan kepalanya sehingga saya bisabebas mencium lehernya yang putih. Kemudian Dewi menoleh ke saya lalumencium bibirku.

"Ummhh Arthur, you are so sexy" kata Dewi.

Sambil tetap merangkul Dewi, tangan saya menggapai ke pinggir pintubalkon dan mematikan lampu balkon supaya tidak ada yang memperhatikankami. Tangan saya mulai menjelajahi seluruh pantat Dewi yang padatkemudian meraba-raba dadanya yang sekal. Tak henti-hentinya Dewimelenguh. Tangan Dewi pun ikut meremas kontolku dari balik celana. Lalusaya menarik Dewi kembali ke kamar dan mendorongnya ke tempat tidur.Kembali kita berciuman ditempat tidur.

Tangan Dewi dengan cepat membuka kemeja dan celana panjangkusedangkan saya langsung membuka baju, BH, rok mini dan celana dalamnya.Tubuh Dewi yang putih dan telanjang bulat membuat nafsuku membara.Dengan gemas saya meremas payudaranya yang berukuran 32B sambilmenghisap putingnya. Nafas Dewi memburu dengan cepat apalagi saat sayamulai beralih ke vaginanya. Dewi bagaikan kuda liar saat klitorisnyasaya jilat. Tak henti-hentinya saya menjilat seluruh vagina danselangkangannya. Saya membalikkan tubuh Dewi untuk bergaya 69.

Di pantat kiri Dewi ada tattoo kupu-kupu kecil berwarna pink, sayatersenyum melihatnya. Dalam posisi 69, dengan rakus Dewi menggenggamkontolku dan mulai menghisapnya. Saya pun membalas dengan menjilat anusdan vaginanya. Goyangan pantat Dewi terasa semakin keras saat dijilatvaginanya sehingga harus saya tahan pantatnya dengan kedua tangan saya.Tiba-tiba Dewi melepaskan genggaman tangannya dari kontol saya danmelenguh dengan keras, rupanya ia mengalami orgasme. Vaginanya yangsudah basah menjadi tambah basah dari cairan orgasmenya.

Kemudian Dewi nungging dan bersandar dipinggir tempat tidur Rudi.Saya mengikuti kemauannya, saya merenggangkan kakinya dan mengarahkankontolku ke vaginanya. Dengan penuh gairah saya setubuhi Dewi yangseksi. Dewi rupanya tidak diam saja saat disetubuhi. Tangannyamenggapai ke celana Rudi dan membuka risletingnya kemudian menurunkancelana Rudi. Dewi mengeluarkan kontol Rudi dari balik celana dalamnyalalu mulai meremas kontol Rudi.

Saya memperhatikan Dewi yang mulai mengulum kontol Rudi yang masihlemas sedangkan Rudi tertidur tanpa menyadari ada wanita cantik yangsedang menghisap kontolnya. Tak henti-hentinya payudara Dewi saya remasdan pencet putingnya. Tak berapa lama kemudian, Dewi kembali mengalamiorgasme. Saya mengganti gaya ke gaya missionary. Kaki Dewi sayarentangkan dan kembali kontolku mengisi vaginanya yang sudah becek.Suara clipak-clipuk terdengar dengan keras tiap kali kontol saya keluarmasuk vagina Dewi.

Tujuh menit menggenjot Dewi, saya merasakan akan ejakulasi. Sayapercepat gerakanku dan tak lama kontolku memuntahkan peju didalamvagina Dewi. Dengan terengah-engah saya mengeluarkan kontolku lalumenindih Dewi dan mencium bibirnya. Kami berciuman beberapa menit dansaya baru menyadari ternyata Rudi sudah berdiri disamping kami

"Wah, ter.. ternya.. ta.. ka.. kalian sudah mm.. mulai duluan" kata Rudi dengan tergagap dan sedikit sempoyongan.
"Tenang Rudi, kamu dapat giliran kok" kata Dewi sambil tertawa lalu menghampiri Rudi.

Sambil berlutut di tempat tidur, Dewi meremas kontol Rudi yangperlahan mulai berdiri. Rudi memejamkan matanya menikmati Dewi yangmulai menghisap kontolnya. Setelah puas menghisap kontol, Dewi berdiriditempat tidur kemudian mencium Rudi. Dengan kasar Rudi menggendongDewi sambil menciumnya. Kemudian Dewi dibaringkan ditempat tidur dalamposisi doggy style dan Rudi langsung menyetubuhi Dewi. Kelihatannyapengaruh alkohol membuat Rudi menjadi sedikit kasar. Sambil menggenjotvagina Dewi, tak henti-hentinya Rudi menampar pantat Dewi sambilberkata

"Satisfy me, bitch, suck my dick"

Sekali-sekali rambutnya yang panjang dijambak sehingga kepala Dewisampai menoleh kebelakang lalu Rudi mencium bibirnya. Dewi kelihatannyajustru semakin liar mendapat perlakukan kasar dari Rudi. Saya kemudianberlutut didepan Dewi lalu menyodorkan kontolku. Dewi menyambutkontolku lalu mulai mengulumnya. Setiap kali Rudi menyodokkan kontolnyadalam vagina Dewi dengan keras, kontol saya otomatis ikut tersodok kemulut Dewi. Tapi beberapa kali kuluman Dewi terlepas karena Rudi sukamenarik rambutnya. Tapi karena Dewi tidak protes, maka saya biarkansaja.
Rudi kemudian menarik punggung Dewi sehingga punggung Dewi tegak. Sayamenjilat dan menghisap seluruh payudara Dewi. Tapi itu tidak bertahanlama karena tangan Rudi menjalar keseluruh tubuh Dewi. Akhirnya sayamengambil bir di mini bar lalu duduk dikursi menikmati adegan seksualyang liar itu. Beberapa kali Dewi melenguh pertanda ia mengalamiorgasme tapi Rudi tidak berhenti sedikit pun.

Dewi kemudian melepaskan dirinya dan mendorong Rudi untuk dudukditempat tidur. Dewi duduk dipangkuan Rudi dan mulai menggoyangpinggulnya. Pinggul dan pantat Dewi terlihat merah karena ditamparRudi. Tak henti-hentinya Dewi berceracau disetubuhi Rudi. Akhirnyatidak lama kemudian Rudi ejakulasi. Rudi memegang pinggul Dewi danmeremasnya dengan keras. Dewi pun kembali orgasme lalu mereka berduaberebahan ditempat tidur dengan lemas.

Tiba-tiba telepon berbunyi..

"Halo, ini Henri, sudah tidur kalian?" tanya Henri.
"Belum, kita lagi bersenang-senang. Ada Dewi disini" jawab saya.
"Wah, habis seks ya?" tanya Henri dengan semangat.
"Hehehe, begitulah. Kamu tidur ya? Atau jangan-jangan habis seks dengan Carol" tanya saya menduga-duga.
"Saya ditempat Carol. Saya ketempat kalian deh" kata Henri.

Waduh, ternyata Henri baru selesai menyetubuhi Carol. Sayamenceritakan ke Dewi percakapan tadi. Dewi tertawa lalu pergi ke kamarmandi. Tak lama kemudian, pintu bel kamar berbunyi dan saya bukakan.Tampak Henri mengenakan celana pendek dan kaos sedangkan Carolmengenakan kaos tidur yang panjang hingga ke dengkul. Dari balikbajunya terlihat ia tidak memakai BH.

"Wah, kalian abis pesta pora nih" kata Henri sambil tertawa melihatsaya yang telanjang dan Rudi yang juga telanjang tapi tidak sadarkandiri.
"Kamu juga nih abis pesta dengan Carol" kata saya. Carol pun ikuttertawa. Mata Carol terus tertuju pada kontolku yang sudah berdiri.
"Mana Dewi?" tanya Henri.
"Di kamar mandi" jawabku.

Henri mengetuk pintu kamar mandi lalu masuk kedalam. Terdengar suara Dewi dan Henri tertawa-tawa kemudian hening.

"Kelihatannya mereka sudah mulai" kata saya kepada Carol.

Carol menghampiri diriku lalu mencium bibirku. Saya langsungmembalasnya dan kita saling berpagutan. Tanganku mulai mengangkat kaosyang dipakai Carol dan membukanya. Kemudian saya melihat tubuh Carolyang telanjang bulat. Payudaranya besar sekali, ukuran 36C. Tubuhnyayang ramping terlihat indah dan bulu kemaluannya hanya disisakansedikit didaerah vaginanya.

Dengan gemas, saya menghisap payudaranya sambil jongkok didepanCarol. Carol meremas kepalaku menahan gairah. Lalu ciumanku turun keperut Carol dan ke vaginanya. Carol mengangkat satu kakinya sehinggadengan mudah saya menjilat vaginanya. Tercium bau sabun di daerahvagina Carol. Syukurlah Carol masih sempat membersihkan dirinya setelahbersetubuh dengan Henri. Saya membuka bibir vagina Carol dan menyedotvaginanya. Carol mengerang dengan penuh nikmat.

Puas melahap vaginanya, saya mengangkat tubuh Carol. Kaki Carolmelingkar dipinggangku dan saya memasukkan kontolku ke vaginanya. Dalamposisi menggendong, saya menyandarkan punggung Carol ke dinding lalusaya mulai menggenjot Carol. Payudara Carol yang besar meliuk ke kiridan kanan mengikuti irama goyangan. Tak henti-hentinya saya menciumbibirnya yang merah dan mungil. Benar-benar gemas aku dibuatnya.

Dari dalam kamar mandi, terdengar suara Dewi yang melenguh. Carolpun ikut melenguh tiap kali kontol saya menghunjam ke vaginanya. Posisiini hanya bertahan beberapa menit karena cukup berat menggendong Carolsambil menyetubuhinya. Saya duduk di kursi dan Carol duduk dipangkuankumenghadap saya. Vagina Carol terasa mendenyut-denyut di ujung kepalakontolku.

Dengan enerjik, Carol menggoyang pinggulnya naik turun sambilmerangkul kepalaku. Saya menghisap payudaranya yang besar sambilmenggigit putingnya. Tangan kananku meraih ke anusnya dan sayamemasukkan jari telunjukku ke anusnya. Tampaknya ini membuat Carolsemakin liar. Carol terus menerus menghujamkan kontolku sampai iamencapai orgasme. Di saat yang sama saya pun ejakulasi. Carol dudukterkulai lemas dipangkuanku. Saya menggendong Carol ketempat tidur lalukita berdua tertidur sambil berpelukan.


Sabtu

Telepon berbunyi jam 6:30. Saya memang meminta ke operator untukdibangunkan jam 6:30 karena hari ini akan ada tur. Saya melihat Carolmasih tidur telanjang bulat dalam pelukan saya. Dewi dan Henri tidurdikarpet beralaskan comforter tempat tidur. Mereka pun masih telanjangbulat. Rudi masih tidur dalam posisi sama. Saya membangunkan merekasemua untuk siap-siap pergi tur. Berhubung Dewi, Carol dan Henri belumpernah ke Bali, maka mereka dengan semangat langsung kembali ke kamarmasing-masing untuk bersiap. Jam 8:00, kami berempat sudah direstaurant untuk sarapan. Rudi tidak ikut karena kepalanya masih sakit.

Tur menggunakan 2 buah bis. Tujuan pertama adalah ke Tanah Lot,lalu ke Ubud, Kintamani lalu menonton pertujukkan Kecak. Saat sedangmenonton tari Kecak, saya menerima SMS dari Rudi

"Gue lagi di Kuta nih. Kenalan sama cewek bule. Cuantik banget.Sekarang lagi di kamar hotel si cewek di Kuta. Have fun ya di turkarena gue juga sedang having fun"

Saya tertawa melihatnya. Tur berjalan dengan menyenangkan. Sayamemfoto banyak obyek yang menarik. Tak lupa saya memfoto Dewi dan Carolsebagai modelku. Jam 18:00, tur akhirnya tiba kembali di hotel. Semuapeserta terlihat senang dan puas.

Di lobby hotel, Henri buru-buru naik taksi karena ia mau ke Legianuntuk beli beberapa cinderamata yang tidak sempat dia beli. Diamenawarkan ke kita untuk ikut tapi kita semua capek. Akhirnya Henripergi sendiri naik taksi ke Legian.

"Mau ngapain nih malam ini? Malam terakhir" tanya saya.
"Saya capek banget, pengen bubble bath" kata Carol.
"Saya juga, enak nih kalau berendam air hangat" kata Dewi.
"Kita bertiga berendam aja yuk" saya menawarkan dengan semangat. Dewi dan Carol tertawa lalu kita menuju ke kamar Carol.

Kamar Carol walaupun single bed tetapi kamarnya sedikit lebih besarkarena terletak di ujung gang. Bath tub diisi air hangat oleh Carol dandituang sabun bubble. Kita bertiga lalu membuka baju dan berendam kebath tub. Ukuran bath tubnya terlalu pas untuk kita bertiga apalagitubuh saya yang tinggi. Carol duduk dipangkuan saya sementara sayaberselonjor di bath tub sedangkan Dewi duduk diujung bath tub.

Kontol saya yang berdiri sekali-sekali terlihat menyembul daribalik air. Payudara Carol pun terlihat setengah menyembul dari balikair. Dewi terlihat sedang menikmati air hangat. Ia mengikat rambutnyakeatas. Kaki kanan saya menyelip ketengah kaki Dewi dan sekali-sekalisaya menggelitik selangkangan Dewi dengan jempol kaki. Dewi kegelianlalu meremas biji saya. Carol tertawa-tawa melihat tingkah kita berdua.

Tangan kiri saya pun mulai meremas payudara Carol dengan gemas.Carol mulai memejamkan matanya menikmati remasan tanganku sementaratangan kanannya dengan perlahan mengocok kontolku. Gairah saya kembalibangkit, saya menarik Carol keatas dan medudukkannya diujung bath tub.Saya membuka kakinya dan mulai menjilat vaginanya. Saya dalam posisinungging didepan Dewi.

Dewi kemudian menyelinapkan tangannya dari antara kakiku danmeremas kontolku. Wah nikmat sekali rasanya merasakan tangan Dewi yangmengocok kontolku sambil menjilat vagina Carol. Tiba-tiba kenikmatansaya semakin bertambah saat Dewi membuka lipatan pantatku danmenjilatanusku, gairahku terasa meningkat dengan pesat dan saya serasa sepertiterbang di awang-awang. Masih dalam posisi menungging, saya terusmenjilat vagina dan anus Carol, Carol menikmati itu semua sambilmeremas payudaranya.

"Balik dong badannya" kata Dewi.

Saya membalikkan tubuhku sehingga saya kembali berselonjoran dibath tub, Dewi membungkukkan tubuhnya dan mulai menghisap kontolku.Carol mengangkang didepan mukaku dan menyodorkan vaginanya ke mulutku.Langsung kembali saya jilat vaginanya. Posisi ini berlangsung sekitar 5menit. Dewi kemudian mengangkang dipinggulku lalu memasukkan kontolkuke vaginanya.

Air dan buih meluap keluar bath tub saat Dewi mulai mengocokkontolku dalam vaginanya. Carol pun memerosotkan tubuhnya sehingga iaduduk diatas perutku dan saya bisa mencium payudaranya. Tangan Dewimeraih ke punggung Carol lalu memijit punggung Carol. Carol tersenyumsaat dipijit Dewi. Kemudian dengan nakalnya tangan Dewi menyusuripunggung dan pantat Carol lalu menyelinapkan tangannya ke vagina Carol.Carol buru-buru mengangkat pantatnya dan berkata

"Aduh maaf Dewi, tapi saya belum pernah bercinta dengan wanita" kata Carol.
"Just go with the flow, jangan dilawan" kata Dewi.

Saya mendudukkan kembali Carol di perutku lalu kembali menciumpayudaranya. Mata Carol terpejam dengan erat saat tangan Dewi mulaimasuk ke selangkangannya dan memainkan klitorisnya. Carol menggigitbibirnya tiap kali jari Dewi menyentuh vaginanya. Tak lama tangan Dewitidak lagi berada di vagina Carol karena Dewi sendiri sudah semakinliar menggoyang pinggulnya. Carol rebahan di sampingku lalu memeluktubuhku sambil menyaksikan Dewi yang bagaikan kuda liar beraksi diataskontolku. Beberapa menit kemudian saya ejakulasi bersamaan dengan Dewi.Setelah seluruh peju saya keluar dalam vagina Dewi, Dewi keluar daribath tub lalu membersihkan vaginanya kemudian kembali masuk ke bathtub.

Carol belum mendapat giliran. Saya meminta Carol keluar dari bathtub lalu nungging dengan bersandar pada wastafel. Payudara Carol yangbesar terlihat menggelantung dengan indah. Saya berdiri dibelakangCarol lalu mulai menyetubuhinya. Carol mendesah-desah dengan penuhnikmat saat kontoku keluar masuk vaginanya. Dewi ikut keluar dari bathtub lalu jongkok dibawah Carol. Ia meraih payudara Carol dam mulaimeremasnya. Mulut Carol terbuka lebar menikmati kocokan dari kontol danremasan dari Dewi.

Tubuh kami bertiga yang basah dan penuh sabun membuat suasanamenjadi tambah erotis. Dengan rakus, Dewi melahap kedua buah dada Caroldan kelihatannya Carol sudah mulai terbuka dengan Dewi. Ia membalasdengan membelai-belai kepala Dewi. Karena pegal dengan posisi ini, sayaminta mengubah posisi. Saya menarik Carol dan Dewi keluar dari kamarmandi. Carol saya dudukkan ditepi tempat tidur. Kakinya saya buka lebardan kembali kontolku menghunjam ke vaginanya. Dewi tak kalah asyik, iaberbaring di sebelah Carol dan perlahan mulai mencium bibir Carol.Carol tidak beraksi dan membiarkan Dewi mencium bibir sambil meremaspayudaranya.

Beberapa menit berlalu dan Carol mulai membalas ciuman Dewi.Keduanya saling berpagutan dan french kiss. Dewi lalu berlutut diatasmuka Carol dan menyodorkan vaginanya ke Carol. Carol meremas pantatDewi dan mulai menjilat vagina Dewi. Nafas Dewi terdengar memburumenahan nafsu. Pemandangan indah ini membuat saya semakin bergairahsehingga saya ejakulasi. Carol rupanya telah orgasme berkali-kali saatdisetubuhi di kamar mandi dan ketika sedang menjilat vagina Dewi.

*****

Malam itu, saya, Carol dan Dewi kembali bersetubuh. Kami sempatberistirahat sebentar dan kembali bersetubuh ketika Henri dan Rudisudah kembali. Malam di Bali yang sungguh indah. Hari Minggu, kamisemuanya terpaksa berpisah dan kembali ke tempat masing-masing.

Foto Tante Girang Butuh Seks

Foto Tante Girang Butuh Seks - Foto Tante Girang Butuh Seks, Tante Hot, Foto Bugil Tante, Tante lagi telanjang, tante kesepian.






Foto Bugil Artis Indonesia Terupdate

Foto Bugil Artis Indonesia Terupdate - artis foto bugil, foto artis , artis bugil, foto bugil indonesia, foto bugil telanjang, foto bugil hot, foto bugil memek, foto bugil ngentot, foto bugil tante, foto hot, foto memek, foto ngentot.
Dengan keyword di atas saya yakin anda akan mendapatkan foto artis bugil seperti di bawah ini:










Istri Orang Diperkosa Di Kost

Download Video Porno Bokep Terbaru 3gp


             Kali ini saya akan share video porno dan video bokep terbaru kualitas 3gp. Langsung saja tanpa banyak basa-basi lagi silahkan download semua link dibawah ini.


  1. Nasib Bu Guru.3gp => download
  2. Hati-hati ketauan sang istri.3gp  => download
  3. Cewek apes.3gp => download
  4. Dipaksa bercinta.3gp => download
  5. Adik ipar di gedel.3gp => download
  6. Japan si kembar cantik.3gp => download 
  7. Linda 000 (1).3gp => download 
  8. Abis mandi.3gp => download  
  9. Abang ga kuat.3gp => download 
  10. 17+ Indonesia.3gp => download 
  11. Young affair.3gp => download 
  12. 22+ Indonesia.3gp => download 
  13. 20+ Belanda.3gp => download 
  14. Horny.3gp => download 
  15. Cina mantap.3gp => download  
  16. Suster kempor.3gp => download 
  17. Ngentot toket gede.3gp => download 
  18. Pemerkosaan model can.3gp => download 
  19. Sekretaris hot.3gp => download 
  20. The blue.3gp => download 
  21. Japan pemerkosaan sola aoi.3gp => download 
  22. Jepang pura-pura.3gp => download 
  23. Love from Japan.3gp => download
  24. Gayanya mantap.3gp => download 
  25. Dangdut.3gp => download 
  26. Diperkosa bos.3gp => download 
  27. China-Manado.3gp => download 
  28. Cewek cantik berkacamata.3gp => download 
  29. Asia unyu-unyu.3gp => download
  30. 120 vs 204.3gp => download

Cerita sex Ulang Tahun Lina



Ulang Tahun Lina
Hei ketemu lagi ama Tomi.Aku tinggal di kota kembang dan Lina adalah ce-ku.Dulu ia ngekos di Bandung, sekarang semua keluarganya pindah ke Bandung. Tapi bukan dengan Lina yang akan kuceritakan sekarang.
Malam itu adalah hari ultah Lina yang ke 20.Dan sebagai seorang pacar yang baik, tentu saja aku hadir disitu.
Pestanya sendiri diadakan di rumahnya yang sedianya akan dimulai jam 7 malam, namun karena banyak gangguan, akhirnya baru dimulai jam 8 malam.
Singkatnya pesta berlangsung meriah seperti pesta ultah layaknya.Akhirnya pada jam 11 malam pestapun diakhiri atas permintaan ortu Lina mengingat banyak tamu yang harus segera pulang (tamunya kebanyakan abg sih).
Semua tamu harus pulang,termasuk aku.
Lucunya, setelah semua tamu pulang, ada seorang teman Lina (dari Jakarta) yang tertinggal.Namanya sebut aja Tasya.
Tingginya sekitar 165 cm-lah dengan berat sekitar 45 kg-lah.Gemuk ga yah?Kulitnya putih dengan rambut hitam sepunggung yang di-’shaggy’ (bener kan nulisnya?).Dan yang paling menarik adalah pinggangnya yang ramping (kecil malah) tapi toketnya yang gede (mungkin sekitar 36 A) dan pantat yang bohay!Poko nya ToGePaSar-lah!Tau ga?TOKET GEDE PANTAT BESAR!!!Hehehehe
Karena aku tamu yang paling akhir pulang, yah dengan sangat ‘terpaksa’ aku harus mau mengantarnya pulang.Waktu itu Tasya nginap di sebuah hotel yang berada di lembang.Dia bilang nginep disana enak,dingin…lagian waktu itu hotel di kota full book semua.
Mulanya aku bilang kalau aku udah ngantuk bgt buat nganter Tasya ke hotelnya, tapi karena ngga enak ama Lina (Tasya adalah anak dari temen ibunya Lina di Jkt dan Tasya ‘keukeuh’ ga mau nginep karena takut ngerepotin) akhirnya aku mau juga.
Alhasil kami berangkat dari rumah Lina jam 12.05 malem.
Malem itu udara kota Bandung dingin bgt karena baru turun hujan.Sambil terus mendengarkan lagu-lagu R&B,aku terus mengemudikan mobilku sambil sesekali menguap.
“Tom,sorry ya udah ngerepotin.Sorry bgt.”kata Tasya memecah kesunyian.
“Ahh ga papa ko.Daripada kamu naek taksi,ntar kalo diperkosa, aku juga yg disalahin.Hehehe..”jawabku.Aku sendiri heran ko aku bisa ngelawak ‘kasar’ gitu ama Tasya, padahal aku kan baru kenal hari itu!
“Ga…abisnya udah malem bgt sih…lagian aku kan jauh nginepnya.Kalo sekitaran Dago sih masih berani pulang sendiri.”seru Tasya lagi.
“Ya udahlah…tapi kalo ogut ngantuk, kamu yang nyetir yah…hehehe”,kataku.
“Boleh, tapi palingan nyampe nya ke Boromeus, bukan ke hotel.UGD lagi!Hihihi!”,serunya ngocol.
Buset, nih anak gokil juga.Untung bukan gue yang sompral.
Dari yang asalnya cuman sindir-sindiran akhirnya aku mulai berani colek-colekan.Dari yang asalnya colek tangan… terus ke pinggang…terus ke toket(walaupun secara gerak cepat…takut ketauan Lina siihhh).
Tasya kadang-kadang ngehindar tapi kadang-kadang dia diem sambil berlaga kaget.
Hujan rintik-rintik mulai turun waktu aku nyampe ke cihampelas.Ketika lewat ke sebuah diskotik, kami melihat banyak ce dengan baju yang seksi sedang berlalu-lalang.
“Wah…ini diskotik SE itu yah?Katanya ada tempat karaoke juga di dalamnya yah?”tanya Tasya.
“Ahh ini sih cuman tempat dugem doang.Kalo mau karaoke-an mah ya bukan disitunya…”
“Emang dimananya?”
“Ya… di mobilnyalah!”,jawabku sekenanya.
Sejenak Tasya memandang heran padaku,lalu kemudian tertawa terbahak-bahak.
“Ihh…jorok lo!!!”
Lama juga Tasya diem,kaya mikirin sesuatu.
“Emang lo pernah ya?”,kata Tasya tiba-tiba.
“Ih..ya belomlah!Ntar keliatan orang gimana?Gila apa!”,seruku sewot.
“Kalo gue mau gimana?”,tantangnya.
“Yeeeee…mimpi kali yeee…!”,jawabku sedikit kaget juga, antara beneran ama ‘bluffing’.
“Ga berani yah?Hihihi…padahal kaca pilm lo kan gelap!”,katanya lagi.
Buset!!!Aku baru inget kalo malem itu mobilku masih di bengkel dan aku pake cherokee punya papap yang kacanya gelap abissss…
“Oooo jadi nantangin yah…Oke deh, tapi with one condition.”,aku mulai bluffing.
“Apaan?”
“Jangan sampe Lina tau.OK?”
“As you wish!”
Tasya langsung senyum-senyum sendiri.Tangannya mulai gerayangan di pahaku.Aku sih (pura-pura) cuek aja, soalnya masih belom yakin kalo Tasya emang berani bj in the car.Dengan perlahan jemarinya mulai bermain meremas penisku. Mulai dari batangnya hingga ke bijinya. Penisku-pun mulai mekar, hampir ke ukuran maksimal.Sampai sini aku masih belom yakin dengan niat Tasya, walaupun hatiku mulai tambah deg-degan.Kupelankan mobilku sambil terus memperhatikan jalan.
“Ih…ko jadi pelan???Kaget ya…”,godanya sambil terus meremas pelan penisku.
Aku cuman nyengir mendengarnya sambil memindahkan persenelling ke gigi 2.
Shit!!Jarinya mulai menarik reslettingku!!Lalu tangannya bergerak cepat masuk untuk ‘membebaskan’ penisku.Sedetik kemudian tangannya ditarik untuk membawa penisku keluar!!Man…it so wonderfull!!
“Hehehe…udah makin keras ya…Ready for the next action?”,tanyanya dan tanpa memberiku kesempatan untuk berpikir…Plup..Mr P udah berada dalam mulutnya.
Sekali lagi : Shit!!Aku yang kaget membuat mobilku oleng kekanan.Mobil dibelakangku yang hendak menyusul langsung membunyikan klakson sehingga aku harus sedikit menepi untuk memberinya jalan.
“Mmmm…shlowwlyy…”,katanya ga jelas sambil tak lepas kulumannya.
Wow…rasa aneh mulai menggelitik di selangkanganku. Antara takut dan nikmat menjadi rasa kurious yang amat sangat. Takut karena banyak mobil lain disekelilingku yang mungkin saja memperhatikanku. Membuat kurious akan reaksi selanjutnya yang akan terjadi. Nikmat, udah pasti karena Mr P-ku berada dalam kuluman hangat seorang gadis cantik seperti Tasya.But what the hekk!!
Makin lama jalanan ke arah Lembang makin menanjak. Hujan gerimis belum reda pula. Persenelling tak pernah lepas dari gigi 2.Tasya masih asik dengan aktifitasnya. Rambutnya sudah acak-acakan. Tangan kirinya masih menggenggam Mr P, dan mulutnya terus maju mundur menghisapnya.Tiba-tiba tangannya yang kanan menarik tangan kiriku menuju toketnya. Mengerti keinginannya, segera ko rogoh kutangnya (waktu itu Tasya pake baju tank top)lalu kuremas susunya pelan. Lalu ku pilin-pilin putingnya yang udah tegang walau sedikit kagok.Ia sempat berhenti sejenak untuk menikmatinya lalu melanjutkan aktifitas kulumannya lagi.
Hebatnya, makin lama Tasya malah makin buas.Aku sempat, curiga jangan-jangan Tasya adalah seorang ‘pro’.But who cares anyway!!!
Makin lama makin terasa hangatnya Mr P ku dalam kuluman Tasya. Walau awalnya sulit (karena baru pertama), akhirnya mulai terasa aliran hangat di ujung selangkanganku yang terus naik.Apalagi ketika Tasya mendiamkan mulutnya sehingga Mr P-ku tertelan habis.Wow!!
Akhirnya sambil meremas toketnya, aku tumpahkan spermaku kuat-kuat di dalam mulutnya.Entah berapa kali kedutan yang kurasakan melepas spermaku.Bahkan kedutan itu terus terasa padahal spermaku udah abis terkuras.Mengetahui hal itu, Tasya bukannya langsung melepas kulumannya dari penisku, ia terus saja melakukan oral sehingga aku geli setengah mati.
Baru kemudian ia bangkit sambil merapikan rambutnya dengan mulut yang masih penuh oleh spermaku.Ia tersenyum sambil memandangku dan membuka sedikit mulutnya.Huekk…sperma gue doang tuh!!!
Tiba-tiba di balik tikungan, sinar lampu mobilku menerangi jalanan yang dipenuhi oleh polisi!!Shitt!!!Razia!
Tasya yang melihat itu ikutan panik. Tanpa sengaja..glek!Habislah sperma itu ditelannya.
Sempat kulihat wajahnya panik sambil tangannya meraba-raba mencari botol air mineral disampingnya.
Aku segera meminggirkan mobilku karena perintah polisi.
Sambil berusaha tetap tenang, aku bukakan kaca jendela setengah.
“Selamat malam.Tolong SIM dan STNK -nya,dik!”,kata polisi itu.
Segera kukeluarkan surat-suratku dan kuberikan padanya.
Setelah memeriksa sejenak lalu diberikan lagi padaku.
“Tolong KTP anda,Nona”,katanya lagi.
Ups..aku melirik Tasya yang masih meneguk air mineralnya.Lalu ia membuka dompetnya dan menyerahkan KTP tsb.Kulihat tali tanktop nya masih belum rapi.Hihihi…rasain!
Setelah meneliti sebentar, lalu KTP tsb dikembalikan dan beliaupun mengijinkan kami untuk terus.
Setelah lewat beberapa meter dari lokasi razia, akupun tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha…Kamu sadar ga kalo tadi tuh posisi tali tanktop kamu belom bener???Mana rambut acak-acakan lagi!!Hihihi”,kataku terpingkal.
“Emangnya celana lo udah diresletting!!”,jawabnya sambil minum lagi.
Shitt!!!Gue lupa!!!
Tepat jam 1 malam kami tiba di hotal tsb.Hotel besar yang indah (kalo ga salah bintang 5 kali yeee).
Suasana kami berdua udah balik lagi seperti awal.Hangat tapi rada-rada horny!!Hehehehe.
Karena ngantuk dan lemes (udah beraktifitas berat), Tasya menawarkanku untuk minum kopi sejenak di kamarnya. Ya udahlah…daripada celaka di jalan,pikirku.
Masuk ke kamarnya Tasya segera memesan segelas kopi pahit dan pamit untuk mandi.Aku menunggu sambil tiduran di bed yang menghadap ke tv.Tak terasa aku ketiduran.
Baru sejenak kurasakan, tiba-tiba ada yang hangat diselangkanganku.Dengan susah payah kubuka mataku, dan kulihat di bawah Tasya dengan tubuh bugil sedang meng-oral penisku!!Aku yang surprise memandang sekeliling kamar berusaha untuk mengenali tempat itu dan siapa gerangan yang ada di bawahku itu!!
Setelah kumpul semua roh-ku,aku berusaha untuk bangkit.Tasya yang daritadi memperhatikanku tidak berusaha untuk menghentikan aktifitasnya.Kulihat setengah tubuhku udah bugil,entah kapan ia membuka celanaku.
Merasa udah tegang maksimal, tiba-tiba Tasya meloncat ke pangkuanku dan langsung mengarahkan penisku ke lubang vaginanya yang telah basah.
“Tom, sekarang giliran gue!!”,serunya sambil langsung menduduki penisku.
Aku yang kaget segera menangkap pinggangnya yang ramping menahan tubuhnya yang terus memompa sambil mengerang-erang.
Di hadapanku, toketnya berayun ke atas ke bawah ke kiri ke kanan tak beraturan.Segera ku sergap yang kanan dengan mulutku sambil kugigit-gigit kecil.
“Yeaaahhh…Tom!!Terus!!Tapi jangan sampe nge-bekas ya!!!Ughhh…”,racaunya sambil menekan kepalaku.
Waahh…takut ketauan co-nya kali yeeee!!
Dari pinggang, tanganku turun menyusuri tubuhnya ke kedua bongkahan pantatnya. Kuremas-remas dengan keras (lupa kalo jangan sampe nge-bekas) sampe merah.Tasya makin mempercepat gerakannya dan tekanannya makin intens.
Perlahan jariku turun kearah anusnya.I got an idea!!Kumasukkan telunjukku ke mulut Tasya lalu setelah basah ku masukkan ke dalam anusnya secara perlahan. Mulanya Tasya menolak, tapi kelamaan ia tak peduli dan makin intens dengan gerakannya.Jariku terus mengorek-orek anusnya.Pantatnya udah basah oleh keringat yang dapat kurasakan asin karena juga mengaliri toketnya.
Tiba-tiba tubuhnya melenting lalu dengan cepat merangkulku sambil tangnnya menjambak rambutku.Kurasakan vaginanya semakin banjir disertai rintihan yang melepas orgasme pertamanya.
Beeuuhhh..keren banget!Tubuhnya yang basah dan bugil berkilap-kilap ditimpa cahaya lampu tidur, sementara rambutnya yang sedikit basah sebagian menempel di keningnya yang juga basah.Vaginanya masih berkedutan dimana tertancap penisku di dalamnya.Matanya setengah terpejam dan giginya menggigit bibir bawahnya dimana jarinya tertancap di kedua bahuku.
Kubiarkan sejenak sambil mengelus-elus rambutnya…
“That’s so great i’ve been waiting for…”,lirihnya.
“Specially for you, my dear…”,kataku pelan juga (supaya romantis).
“Ready for the next action ?”,tanyaku refleks mengucapkan dialog itu.
Tanpa menunggu jawabannya segera kubalikkan tubuhnya sehingga ia terpekik kaget.Kutindih vaginanya sambil membenamkan penisku. Lalu kupompa dengan cepat dan ganas.
Tasya sepertinya hendak protes, tapi sejurus kemudian ia mulai dapat mengikuti irama.Pada saat itu lah kemudian kuganti lagi posisi dengan doggy style. Matanya melotot protes dan mulutnya membuka setengah sambil menghadap ke belakang. Segera ku sumbat dengan mulutku dan kuhisap dalam-dalam.Tangan ku yang kiri meremas toketnya dari belakang.Kulihat punggungnya yang putuh berkilap-kilap dan butiran keringat berlarian di atasnya.Lalu ku tegakkan badanku dan meremas kedua bongkahan pantatnya.Kulirik Tasya hanya bisa merintih sambil menggigit bibir bawahnya.Kedua tangannya tidak punya pilihan lain selain menopang badannya.
Kukorek anusnya dengan jari basahku. Tasya menengok ke belakang sambil mengucapkan kata-kata yang ga jelas.Antara marah dan tidak tampaknya.
Aku masih mempermainkan jariku di anus dan tiba-tiba kulihat Tasya mengerang sambil menarikku untuk memeluknya dan meremas toketnya.Aha!!Anus is her G-spot!!
Orgasmenya yang kedua kurasakan lebih lama dan banyak.Pantatnya terus ditekankan ke penisku,padahal udah mentok.Mulutnya lama menghisap mulutku dan tangan kirinya meremas pantatku dari belakang sementara tangan kanannya menopang tubuhnya.
Setelah reda, segera ku ganti ke posisi konvensional.Kulihat di ujung matanya ada butir air mata.Nangis atau kelewat nikmat ya?
Kutarik kaki kanannya sehingga menyilang di hadapanku.Dengan begini kurasakan vaginanya menjadi lebih sempit.Setelah itu kedua kakinya kuangkat dan kugantungkan di bahuku sehingga panisku bisa merangsek lebih dalam lagi.Matanya merem melek dan dapat kurasakan bahwa ia kelelahan.
Aku tak dapat menahan lebih lama lagi.Rasanya spermaku sudah siap membludak dari penisku.Segera kupercepat genjotanku sambil bertanya :
“Yang,aku udah mau ngecret nihh…Diluar ato di dalem?”
Tanpa menjawab tiba-tiba Tasya segera bangkit sehingga penisku terlepas dari vaginanya.Aku hampir ‘ilfil’ karenanya.Sperma yang siap ditumpahkan seakan surut sesaat.Namun Tasya segera menangkap penisku yang udah ‘full ereksi’ lalu segera meng-oralnya!!
Shitt!!Ce ini penuh kejutan rupanya!
Spermaku yang sempat macet, seakan mengalir kembali.Apalagi saat Tasya menghisap kuat penisku sambil memijit-mijit kedua bijiku.
Tak tahan lagi, segera kutekankan kepala Tasya ke selangkanganku.Mau mati keabisan napas (ato bau keringat) juga sebodo amat!!
Spermaku kurasakan menyembur bagai air bah.Seakan tak berhenti-henti menyemprotkan spermanya (padahal setelah itu baru disadari kalo kita ga menyemprotkan sperma sebanyak yang kita bayangkan).Pijatan di kedua bijiku membuat spermaku semakin lancar keluar dan langsung ditelan…lan oleh Tasya!!.Masih kutekankan penisku ke mulut Tasya sampai akhirnya ku biarkan karena lemasnya tubuhku,sedangkan Tasya,sekali lagi, masih asik mengulumi penisku yang mulai mengecil.
“Uuuhhh…Tasya,U R the best!!”,pujiku sambil membelai rambutnya.
“Oh yeaahhh???Hebat mana ama Lina?”,tanyanya sambil melepas kulumannya.
“Ah don’t mention her name right now!!Or I will tell your boyfriend!!”
“So be it!!Jadi dia bisa putusin gue dan gue bisa jalan ama lo!!”,katanya.
Sekali lagi,beneran ato bluffing.But i don’t want to take a risk now.
“Jangan gitu dong…aku kan ga bisa putus segampang ini ama Lina!”
“My boyfriend is a jerk!!Dia ga bisa ngewujudin the wildest dream gue!!Di-oral di mobil…ga berani!!Maen di anus…ga mau!!!Posisinya juga konvensional mulu!!”,katanya sambil tertunduk.
“Well…kita ga boleh nge-judge seseorang cuman dari kekurangannya aja dong,tapi dia juga pasti punya banyak kelebihan kan”,kataku so alim tapi ‘ngambang’ gitu.
“Anyway gue pasti putus ama dia,tp selama gue belom dapat gantinya…lo mau kan muasin gue??Gapapa deh gue jadi slingkuhan lo, poko nya gue bakal keep silence dehh…”,katanya sambil tersenyum.
“Kalo itu sih,lain masalah…kata orang juga: ‘Perkuat di pusat, perbanyak di cabang!’Bener ga?”,kataku sambil meremas kedua toketnya.
“Ihh dasar lo mah emang udah bajingan ya!!!Nakal!!”,seru Tasya sambil pura-pura mukulin dadaku.
Sejak itu, Tasya putus ama pacarnya dan kami beberapa kali kencan sembunyi-sembunyi sampai Tasya jadian sama pacar barunya.Banyak wildest dream Tasya yang sempat kami lakukan, kaya ML di jalan tol,atau handjob di bioskop sampe main di anus (with condom,absolutelly!).
Saya ga tau apakah sekarang pacar barunya udah bisa satissfied Tasya seperti yang dia mau,tapi 1,the wildest dream yang dia ga akan pernah bisa lepasin, yaitu…ML ama co temennya!!
Well,that’s lucky me (that Lina is her friend) and don’t ever broke with her, that what she likes a lot!!
See U in my next experiencess!!

Cerita Sex Dewasa : Ngesex Dengan Guru Smu Gara-Gara Nyontek


Cerita NgentotCerita Sex Dewasa | Ngesex Dengan Guru Smu Gara-Gara Nyontek - Rina adalah seorang guru sejarah di smu. Umurnya 30 tahun, cerai tanpa anak. Kata orang dia mirip Demi Moore di film Striptease. Tinggi 170, 50 kg, dan 36B. Semua murid-muridnya, terutama yang laki-laki pengin banget melihat tubuh polosnya.

Suatu hari Rina terpaksa harus memanggil salah satu muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si Anto harus mengulang karena ia kedapatan menyontek di kelas. Anto juga terkenal karena kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia harus menjaga kebugaran tubuhnya.

Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi anak itu 'pelajaran' tambahan di Minggu siang ini."Sudah selesai Anto?", Rina masuk kembali ke ruang tamu setelah meninggalkan Anto selama satu jam untuk mengerjakan soal-soal yang diberikannya."Hampir bu""Kalau sudah nanti masuk ke ruang tengah ya saya tinggal ke belakang..""Iya..""Bu Rina, Saya sudah selesai", Anto masuk ke ruang tengah sambil membawapekerjaannya."Ibu dimana?""Ada di kamar.., Anto sebentar ya", Rina berusaha membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas, terlebih lagi puting susunya yang menyembul.

Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot karena melotot, melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti biasanya saat ia tampil di muka murid-muridnya."Kenapa ayo duduk dulu, Ibu periksa.."Muka Anto merah karena malu, karena Rina tersenyum saat pandangannya terarah ke buah dadanya."Bagus bagus..., Kamu bisa gitu kok pakai menyontek segala..?""Maaf Bu, hari itu saya lupa untuk belajar..""oo..., begitu to?""Anto kamu mau menolong saya?", Rina merapatkan duduknya di karpet ke tubuh muridnya."Apa Ibu?", tubuh Anto bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya, sementara tangan Rina yang satu mengusap-uasap daerah 'vital' nya."Tolong Ibu ya..., dan janji jangan bocorkan pada siapa--siapa"."Tapi tapi..., Saya"."Kenapa?, oo..., kamu masih perawan ya?".Muka Anto langsung saja merah mendengar perkataan Rina"Iya""Nggak apa-apa", Ibu bimbing ya.

Rina kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir keduanya kemudian saling berpagutan, Rina yang agresif karena haus akan kehangatan dan Anto yang menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Rina yang mengeras. Lidah Rina menjelajahi mulut Anto, mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan bagai ular.

Setelah puas, Rina kemudian berdiri di depan muridnya yang masih melongo. Satu demi satu pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang polos seakan akan menantang untuk diberi kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya ini."Lepaskan pakaiannmu Anto", Rina berkata sambil merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya."Ahh cepat Anto", Rina mendesah tidak sabar.

Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video saja."Anto..., letakkan tanganmu di dada Ibu",Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di dada Rina yang turun naik. Tangannya kemudian dibimbing untuk meremas-remas payudara Rina yang montok itu."Oohh..., enakk..., begitu caranya..., remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang.." Dengan semangat Anto melakukan apa yang gurunya katakan."Ibu..., Boleh saya hisap susu Ibu?".Rina tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang berkata sambil menunduk, "Boleh..., lakukan apa yang kamu suka".

Tubuh Rina menegang ketika merasakan jilatan dan hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama suaminya."Oohh..., jilat terus sayang..., ohh", Tangan Rina mendekap erat kepala Anto ke payudaranya.


Anto semakin buas menjilati puting susu gurunya tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan bunyi yang nyaring. Hisapan Anto makin keras, bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting gurunya tersebut."mm..., nakal kamu", Rina tersenyum merasakan tingkah muridnya itu."Sekarang coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu".Anto menurut saja. Duduk diantara kaki Rina yang membuka lebar. Rina kemudian menyandarkan punggungya pada dinding di belakangnya."Coba kamu rasakan", ia membimbing telunjuk Anto memasuki vaginanya."Hangat Bu.."Bisa kamu rasakan ada semacam pentil...?""Iya..""Itu yang dinamakan kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu gosok-gosok"Pelan-pelan jari Anto mengusap-usap clitoris yang mulai menyembul itu."Terus..., oohh..., ya..., gosok..., gosok", Rina mengerinjal-gerinjal keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh Anto."Kalo diginiin nikmat ya Bu?", Anto tersenyum sambil terus menggosok-gosok jarinya."Oohh..., Antoo..., mm", tubuh Rini telah basah oleh peluh, pikirannya serasa di awang-awang, sementara bibirnya merintih-rintih keenakan.

Tangan Anto semakin berani mempermainkan clitoris gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi. Nafasnya yang semakin memburu pertanda pertahanan gurunya akan segera jebol."Ooaahh..., Anntoo", Tangan Rina mencengkeram pundak muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak dirasakannya."Hmm..., kamu lihai Anto..., Sekarang..., coba kamu berbaring".Anto menurut saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan tangan lembut gurunya."Wah..., wahh.., besar sekali", tangan Rina segera mengusap-usap penis yang telah mengeras tersebut.

Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu masuk ke mulut Rina. Ia segera menjilati penis muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Anto merintih keenakan."Ahh..., enakk...,enakk", Anto tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman Rina. Gerakannya makin cepat seiring semakin kerasnya hisapan Rina."oohh Ibu..., Ibbuu"Muncratlah cairan mani Anto di dalam mulut Rina, yang segera menjilati cairan itu hingga tuntas."Hmm..., manis rasanya Anto", Rina masih tetap menjilati penis muridnya yang masih tegak."Sebentar ya aku mau minum dulu".

Ketika Rina sedang membelakangi muridnya sambil menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia merasakan seseorang mendekapnya dari belakang."Anto..., biar Ibu minum dulu"."Tidak..., nikmati saja ini", Anto yang masih tegang berat mendorong Rina ke kulkas.Gelas yang dipegang rina jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Rina kini menopang tubuhnya ke permukaan pintu kulkas."Ibu..., sekarang!""Ahhkk", Rina berteriak, saat Anto menyodokkan penisnya dengan keras ke liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif berubah menjadi liar."Antoo..., enakk..., ohh..., ohh". Tubuh Rina bagai tanpa tenaga menikmati kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Anto satu menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang vaginanya."Ibu menikmati ini khan", bisik Anto di telinganya"Ahh..., hh", Rina hanya merintih, setiap merasakan sodokan keras dari belakang."Jawab..., Ibu", dengan keras Anto mengulangi sodokannya."Ahh...,iyaa""Anto..., Anto jangann..., di dal.. La" belum sempat ia meneruskan kalimatnya, Rina telah merasakan cairan hangat di liang vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia kemudian menyodokkan keras pinggulnya."Uuhgghh", penis Anto yang berlepotan mani itupun amblas lagi ke dalam liang Rina."Ahh".

Kedua insan itupun tergolek lemas menikmati apa yang baru saja mereka rasakan.

Setelah kejadian dengan Anto, Rina masih sering bertemu dengannya guna mengulangi lagi perbuatan mereka. Namun yang mengganjal hati Rina adalah jika Anto kemudian membocorkan hal ini ke teman-temannya.

Ketika Rina berjalan menuju mobilnya seusai sekolah bubar, perhatiannya tertumbuk pada seorang muridnya yang duduk di sepeda motor di samping mobilnya, katakanlah dia Reza. Ia berbeda dengan Anto, anaknya agak pembuat onar jika di kelas, kekar dan nakal. Hatinya agak tidak enak melihat situasi ini."Bu Rina salam dari Anto", Reza melemparkan senyum sambil duduk di sepeda motornya."Terima kasih, boleh saya masuk", Ia harus berkata begitu karena sepeda motor Reza menghalangi pintu mobilnya."Boleh..., boleh Bu saya juga ingin pelajaran tambahan seperti Anto."Langkah Rina terhenti seketika. Namun otaknya masih berfungsi normal, meskupun sempat kaget."Kamu kan nilainya bagus, nggak ada masalah kan..", sambil duduk di balik kemudi."Ada sedikit sih kalau Ibu nggak bisa mungkin kepala guru bisa membantu saya, sekaligus melaporkan pelajaran Anto", Reza tersenyum penuh kemenangan."Apa hubungannya?", Keringat mulai menetes di dahi Rina."Sudahlah kita sama-sama tahu Bu. Saya jamin pasti puas".

Tanpa menghiraukan omongan muridnya, Rina langsung menjalankan mobilnya ke rumahnya. Namun ia sempat mengamati bahwa muridnya itu mengikutinya terus hingga ia menikung untuk masuk kompleks perumahan.Setelah mandi air hangat, ia bermaksud menonton TV di ruang tengah. Namun ketika ia hendak duduk pintu depan diketuk oleh seseorang. Rina segera menuju pintu itu, ia mengira Anto yang datang. Ternyata ketika dibuka"Reza! Kenapa kamu ngikuutin saya!", Rina agak jengkel dengan muridnya ini."Boleh saya masuk?"."Tidak!"."Apa guru-guru perlu tahu rahasiamu?"."!!"dengan geram ia mempersilakan Reza masuk."Enak ya rumahnya, Bu", dengan santainya ia duduk di dekat TV. "Pantas aja Anto senang di sini"."Apa hubunganmu dengan Anto?, Itu urusan kami berdua", dengan ketus Rina bertanya."Dia teman dekat saya. Tidak ada rahasia diantara kami berdua"."Jadi artinya", Kali ini Rina benar-benar kehabisan akal. Tidak tahu harus berbuat apa."Bu, kalo saya mau melayani Ibu lebih baik dari Anto, mau?", Reza bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Rina.Rina masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin.

Rina masih belum bisa menjawab pertanyaan muridnya itu. Tubuhnya panas dingin. Belum sempat ia menjawab, Reza telah membuka ritsluiting celananya. Dan setelah beberapa saat penisnya meyembul dan telah berada di hadapannya."Bagaimana Bu, lebih besar dari Anto khan?".Reza ternyata lebih agresif dari Anto, dengan satu gerakan meraih kepala Rina dan memasukkan penisnya ke mulut Rina."Mmpfpphh"."Ahh yaa..., memang Ibu pandai dalam hal ini. Nikmati saja Bu..., nikmat kok"Rupanya nafsu menguasai diri Rina, menikmati penis yang besar di dalam mulutnya, ia segera mengulumnya bagai permen. Dijilatinya kepala penis pemuda itu dengan semangat. Kontan saja Reza merintih keenakan."Aduhh..., nikmat sekali Bu oohh", Reza menyodok-nyodokkan penisnya ke dalam mulut Rina, sementara tangannya meremas-remas rambut ibu gurunya itu. Rina merasakan penis yang diisapnya berdenyut-denyut. Rupanya Reza sudah hendak keluar."oohh..., Ibu enakk..., enakk..., aahh".Cairan mani Reza muncrat di mulut Rina, yang segera menelannya. Dijilatinya penis yang berlepotan itu hingga bersih. Kemudian ia berdiri."Sudahh..., sudah selesai kamu bisa pulang", Namun Rina tidak bisa memungkiri perasaannya. Ia menikmati mani Reza yang manis itu serta membayangkan bagaimana rasanya jika penis yang besar itu masuk ke vaginanya."Bu, ini belum selesai. Mari ke kamar, akan saya perlihatkan permainan yang sebenarnya.""Apa! beraninya kamu memerintah!", Namun dalam hatinya ia mau. Karenanya tanpa berkata-kata ia berjalan ke kamarnya, Reza mengikuti saja.

Setelah ia di dalam, Rina tetap berdiri membelakangi muridnya itu. Ia mendengar suara pakaian jatuh, dugaannya pasti Reza sedang mencopoti pakaiannya. Ia pun segera mengikuti jejak Reza. Namun ketika ia hendak melepaskan kancing dasternya."Sini saya teruskan", ia mendengar Reza berbisik ke telinganya. Tangan Reza segera membuka kancing dasternya yang terletak di bagian depan. Kemudian setelah dasternya jatuh ke lantai, tangan itupun meraba-raba payudaranya. Rina juga merasakan penis pemuda itu diantara belahan pantatnya."Gilaa..., besar amat", pikirnya. Tak lama kemudian iapun dalam keadaan polos. Penis Reza digosok-gosokkan di antara pantatnya, sementara tangan pemuda itu meremasi payudaranya. Ketika jemari Reza meremas puting susu Rina, erangan kenikmatan pun keluar."mm oohh".Reza tetap melakukan aksi peremasan itu dengan satu tangan, sementara tangan satunya melakukan operasi ke vagina Rina."Reza..., aahh..., aahh", Tubuh Rina menegang saat pentil clitorisnya ditekan-tekan oleh Reza."Enak Bu?", Reza kembali berbisik di telinga gurunya yang telah terbakar oleh api birahi itu.

Rina hanya bisa menngerang, mendesah, dan berteriak lirih. Saat usapan, remasan, dan pekerjaan tangan Reza dikombinasi dengan gigitan ringan di lehernya. Tiba-tiba Reza mendorong tubuh Rina agar membungkuk. Kakinya di lebarkan."Kata Anto ini posisi yang disukai Ibu""Ahhkk..., hmm..., hmmpp", Rina menjerit, saat Reza dengan keras menghunjamkan penisnya ke liang vaginanya dari belakang.""Ugghh..., innii..., innii", Reza medengus penuh gairah dengan tiap hunjaman penisnya ke liang Rina. Rinapun berteriak-teriak kenikmatan, saat liang vaginanya yang sempit itu dilebarkan secara cepat."Adduuhh..., teruss.., teruss Rezaa..., oohh", Kepala ibu guru itu berayun-ayun, terpengaruh oleh sodokan Reza. Tangan Reza mencengkeram pundak Rina, seolah-olah mengarahkan tubuh gurunya itu agar semakin cepat saja menelan penisnya."Oohh Rina..., Rinnaa".Rina segera merasakan cairan hangat menyemprot di dalam vaginanya dengan deras. Matanya terpejam menikmati perasaan yang tidak bisa ia bayangkan.

Rina masih tergolek kelelahan di tempat tidur. Rambutnya yang hitam panjang menutupi bantalnya, dadanya yang indah naik-turun mengikuti irama nafasnya. Sementara itu vaginanya sangat becek, berlepotan mani Reza dan maninya sendiri. Reza juga telajang bulat, ia duduk di tepi tempat tidur mengamati tubuh gurunya itu. Ia kemudian duduk mendekat, tangannya meraba-raba liang vagina Rina, kemudian dipermainkannya pentil kelentit gurunya itu."mm capek..., mm", bibir Rina mendesah saat pentilnya dipermainkan. Sebenarnya ia sangat lelah, tapi perasaan terangsang yang ada di dalam dirinya mulai muncul lagi. Dibukanya kakinya lebar-lebar sehingga memberikan kemudahan bagi Reza untuk memainkan clitorisnya."Rezz aahh", Tubuh Rina bergetar, menggelinjang-gelinjang saat Reza mempercepat permainan tangannya."Bu..., balik..., Reza pengin nih""Nakal kamu ahh", dengan tersenyum nakal, Rina bangkit dan menungging. Tangannya memegang kayu dipan tempat tidurnya. Matanya terpejam menanti sodokan penis Reza. Reza meraih payudara Rina dari belakang dan mencengkeramya dengan keras saat ia menyodokkan penisnya yang sudah tegang"Adduuhh..., owwmm", Rina mengaduh kemudian menggigit bibirnya, saat lubang vaginannya yang telah licin melebar karena desakan penis Reza."Bu Rina nikmat lho vagina Ibu..., ketat", Reza memuji sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya."mm..., aahh..., ahh..., ahhkk", Rina tidak bisa bertahan untuk hanya mendesah. Ia berteriak lirih seiring gerakan Reza. Badannya digerakkannya untuk mengimbangi serangan Reza. Kenikmatan ia peroleh juga dari remasan muridnya itu."Ayoo..., aahh.., ahh... Mm.., buat Ibu keluuaa.. Rr lagi...". Gerakan Rina makin cepat menerima sodokan Reza.

Tangan Reza beralih memegangi tubuh Rina, diangkatnya gurunya itu sehingga posisinya tidak lagi "doggy style", melainkan kini Rina menduduki penisnya dengan membelakangi dirinya. Reza kini telentang di tempat tidur yang acak-acakan dan penuh oleh mani yang mengering."Ooww..", Teriakan Rina terdengar keras saat ia tidak bisa lagi menahan orgasmenya. Tangannya mencengkeram tangan Reza, kepalanya mendongak menikmati kenikmatan yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sementara Reza sendiri tetap menusuk-nusukkan penisnya ke vagina Rina yang makin becek."Ayoo..., makin dalam dalamm"."Ahh.., aahh..., aahh..", Rezapun mulai berteriak-teriak."Mau kelluuaarr"Rina sekali lagi memejamkan matanya, saat mani Reza menyemprot dalam liang vaginanya. Rina kemudian ambruk menindih tubuh Reza yang basah oleh keringat. Sementara diantara kaki-kaki mereka mengalir cairan hangat hasil kenikmatan mereka."Bu Rina..., sungguh luar biasa, Coba kalau Anto ada disini sekarang"."mm memangnya kamu mau apa", Rina kemudian merebahkan dirinya di samping Reza. Tangannya mengusap-usap puting Reza."Kita bisa main bertiga, pasti lebih nikmat.."Rina tidak bisa menjawab komentar Reza, sementara perasaannya dipenuhi kebingungan.

Akhirnya hari kelulusan murid klas 3 sampai juga. Dengan demikian Rina harus berpisah dengan kedua murid yang disayanginya, terlebih lagi ketika ia harus pindah ke kota lain untuk menempati pos baru di Kanwil. Karenanya ia memanggil Anto untuk datang ke rumahnya untuk memberitahukan perihal kepindahannya.Ketika seputar Indonesia mulai ditayangkan, Anto muncul. Ia langsung dipersilakan duduk."Bu, Anto kangen lho"."Iya deh..., nanti. Gini, Ibu bulan depan pindah ke kota B, soalnya akan dinaikkan pangkatnya. Jadi..., jadi..., Ibu ingin malam ini malam terakhir kita", mata Rina berkaca-kaca ketika mengucapkan itu."…………..", Anto tidak bisa menjawab. Ia kaget mendengar berita itu. Baginya Rina merupakan segalanya, terlebih lagi ia telah mendapatkan pelajaran berharga dari gurunya itu."Tapi Anto masih boleh berkirim surat kan?".Rina bisa sedikit tersenyum melihat muridnya tabah, "Iya..., boleh..., boleh"."Minum dulu Nto, ada es teh di meja makan. Kalau sudah nonton VCD di kamar yaa", Rina mengerling nakal ke muridnya sambil beranjak ke kamar. Di kamar ia mengganti pakaiannya dengan kimono kegemarannya, melepas BH, menghidupkan AC dan tentu saja menyetel VCD 'Kamasutra-nya Penthouse". Lalu ia tengkurap di tempat tidur sambil menonton TV.

Diluar Anto meminum es teh yang disediakan Rina dan membiarkan pintu depan tidak terkunci. Ia mempunyai rencana yang telah disusun rapi.Lalu Anto menyusul Rina ke kamar tidur. Begitu pintu dibuka ia melihat gurunya tengkurap menonton VCD dengan dibalut kimono merah tipis, lekuk tubuhnya jelas terlihat. Rambutnya yang panjang tergerai di punggungnya bagai gadis iklan shampo Pantene."Ganti pakaian itu Nto..", Rina menunjuk celana pendek dan kaos tipis yang terlipat rapi di meja riasnya.

Ketika Anto sedang mencopot celananya Rina sempat melihat penis pemuda itu menyembul di balik CD GT Man-nya. Setelah selesai Anto juga tengkurap di samping Rina."Sudah liat film ini belum? Bagus lho untuk info posisi-posisi ngesex"."Belum tuh...", Mata Anto tertuju pada posisi dimana si wanita berdiri memegang pohon sementara si pria memasukkan penisnya dari belakang, sambil meremas-remas payudara partnernya."mm..., itu posisi fave saya. Kalau kamu suka nanti CD itu bisa kamu ambil"."Thanx..", Anto kemudian mengecup pipi gurunya.

Adegan demi adegan terus bergulir, suasana pun menjadi semakin panas. Rina kini tengkurap dengan tidak lagi mengenakan selembar benangpun. Demikian pula Anto. Anto kemudian duduk di sebelah gurunya itu, dibelainya rambut Rina dengan lembut, kemudian disibakkannya ke sebelah kiri. Bibir Anto kemudian menciumi tengkuk Rina, dijilatinya rambut-rambut halus yang tumbuh lebat."aahh..."Setelah puas, Anto kemudian memberi isyarat pada Rina agar duduk di pangkuannya."Bu, biar Anto yang puasin ibu malam ini...", Bisik Anto di telinga Rina. Rina yang telah duduk di pangkuan Anto pasrah saja saat kedua tangan muridnya meremas-remas payudaranya yang liat. Kemudian ia menjerit lirih saat puting susunya mendapat remasan."Akhh...", Rina memejamkan matanya."Anto..., jilatin vagina ibu..."

Anto kemudian merebahkan Rina, dibukanya kaki gurunya itu lebar-lebar, kemudian dengan perlahan ia mulai menjilati vagina gurunya. Bau khas dari vagina yang telah basah oleh gairah itu membuat Anto kian bernafsu."oohh..., teruss..., teruuss...", Rina bergetar merasakan kenikmatan itu. Tangannya membimbing tangan Anto dalam meremasi susunya. Memberikan kenikmatan ganda."Jilatin..., pentil itu..., oohohh", Bagai dikomando Anto menjilati pentil clitoris Rina, dengan penuh semangat."Aduuhh….. Oohh…oohh…hh.. Hh…..""Anto..., massuukk".

Kaki Rina kemudian disampirkannya ke pundak, dan dengan cepat disodokkannya penisnya ke vagina Rina yang becek."mm...", Rina menggigit bibirnya. Meskipun lubang vaginanya telah licin, namun penis yang besar itu tetap saja agak kesulitan menerobos masuk."Uuhh..., masih susah juga ya Bu...", Anto sambil meringis memaju mundurkan penisnya. Ia merasakan penisnya bagai diremas-remas oleh tangan yang sangat halus saat di dalam. Tangan Rina mempermainkan puting Anto. Dengan gemas dicubitnya hingga Anto berteriak."Uhh..., nakal, Ini balasannya!", sodokan Anto makin keras, lebih keras dari saat ia memasukkan penisnya."aa...".

Tiba-tiba pintu kamar tebuka! Spontan Rina terkejut, tapi tidak bagi Anto. Reza sudah berdiri di muka pintu, senjatanya telah tegak berdiri."mm..., hot juga permainan Ibu dengan Dia, boleh saya bergabung?", Reza kemudian berjalan mendekati mereka. Rina yang hendak berdiri ditahan oleh Anto, yang tetap menjaga penisnya di dalam vagina rina."Nikmati saja..."Reza kemudian mengangkangi Rina, penisnya berada tepat di mukanya."Isap... Ayoo", sambil memasukkan penisnya. Saat itu pula Anto menghentakkan gerakannya. Saat Rina berteriak, saat itu pula penis Reza masuk."Ahh..., nikmat..", Rina merem-melek menghisap-hisap penis muridnya, sementara Anto dengan puas menggarap vaginanya."uufff..., jilatin..., jilatt", tangan Reza memegangi kepala Rina, agar semakin dalam saja mengisap penisnya.

Posisi itu tetap bertahan hingga akhirnya Anto keluar duluan. Maninya menyemprot dengan leluasa di lubang vagina gurunya yang cantik. Sementara Reza tetap mengerang-erang sambil medorong-dorong kepala Rina.Setelah Anto mengeluarkan penisnya dari vagina Rina, "Berdiri menghadap tembok Bu!"Rina masih kelelahan. Ia telah orgasme pula saat Anto keluar, namun ia tidak bisa teriak karena ada penis di mulutnya. Saat ia berdiri dengan tangan di tembok menahan tubuhnya, mani anto menetes ke lantai."mm..., Nto..., liat tuh punya kamu..", seru Reza sambil tertawa. Ia kemudian menempelkan tubuhnya ke Rina. Penisnya tepat berada di antara kedua pantat Rina."Nih Bu rasakan punya Reza juga ya".

Anto dengan santai menyaksikan temannya menggarap gurunya dari belakang. Tangan Reza memegangi pinggang Rina saat ia menyodok-nyodokkan penisnya keluar masuk dengan cepat. Saat Rina merintih-rintih menikmati permainan mereka, Anto merasakan penisnya tegang lagi. Ia tidak tahan melihat pemandangan yang sangat erotik sekali.Kedua insan itu saling mengaduh, mendesah, dan berteriak lirih seiring kenikmatan yang mereka berikan dan rasakan."ooww...", Tubuh Rina yang disangga Reza menegang, kemudian lemas. Anto menduga mereka berdua telah sampai di puncak kenikmatan. Timbul isengnya, ia kemudian mendekati mereka dan menyusup diantara Rina dan tembok. Dipindahkannya tangan Rina ke pundaknya, dan penisnya menggantikan posisi milik Reza."Anto...", Lagi-lagi Rina mendesah saat penis Anto masuk dan pinggulnya didorong oleh Reza dari belakang."Ahh.. Ahh…. Dorongg…dorongg………….""aa.. Aa... Aa"."oohhkk..., kk..., kk..", Rina berteriak keras sekali, saat dorongan Reza sangat keras menekan pinggulnya. penis Anto amblas hingga mencapai pangkalnya masuk ke vagina Rina. Saat itu pula ia merasakan penis yang berdenyut-denyut itu melepaskan muatannya untuk kedua kali.
 

Kamar Dewasa Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger