Download Gratis Kumpulan Bokep Berjilbab

Cerita Sex Bercinta Dengan Bidan Muda Cantik

Cerita Sex Bercinta Dengan Bidan Muda CantikLia adalah seorang bidan yang di tugaskan PTT provinsi yang teletak di
desa pedalaman di daerah malang.Setelah tamat dari akademi kebidanan di
salah satu akademi kebidanan di malang,dia bekerja menjadi bidan desa.
Lia adalah seorang gadis dengan usia 23 tahun,sebenarnya dia asli
bandung,namun kedua orang tuanya di tugaskan bekerja di malang sebagai
pegawai negeri.
Lia memiliki perawakan yang cukup sempurna bagi seorang laki2, dengan
tinggi 164cm,kulitnya putih,mulus,ramping,rambutnya hitam panjang dan
lurus,wajahnya sedikit mirip dengan syahrini seorang penyanyi.Dia sangat
menjaga kecantikan dan kesehatan kulitnya,mungkin karena dia seorang
bidan.Saat masih kuliah,banyak teman2nya yang iri dengannya,karena kalau
jalan2 dengannya,setiap laki2 yang berpapasan dengannya selalu tak
berkedip melihat kecantikannya.Namun hanya Deny yang dapat menaklukkan
hatinya.Deny adalah pacarnya,bekerja di salah satu perusahaan yang ada
di kota malang.Mereka merencanakan untuk menikah setelah Lia memberikan
keperawanannya kepada deny,tapi mereka hanya 1 kali melakukannya,mereka
berjanji tidak akan melakukannya lagi sampai mereka menikah 1 tahun
lagi.
Hari pertama Lia di desa itu, cukup jauh perjalanan yang dia tempuh dari
kota malang,angkutan umum pun jarang sekali ada d desa ini,Lia diantar
oleh deny menuju puskesmas untuk berkenalan dengan pegawai yang lain dan
kemudian menuju ke rumah dinasnya yang berada cukup jauh dari
puskesmas.Lia di temani oleh Dewi dan Erna yang juga seorang bidan PTT.
Lia juga dikenalkan dengan tetangganya Pak Iwan ketua RT di desa itu,Pak
Iwan sangat di segani oleh warga nya,sebenarnya dia mau di calonkan
sebagai kepela desa,tapi dia menolaknya,dengan alasan sudah banyak
memiliki urusan,Pak Iwan berusia 54 tahun,dia mempunyai 2 orang istri
yang keduanya lebih muda kira2 10 tahun darinya,maklum Pak Iwan
mempunyai banyak lahan perkebunan dan pertanian. Pak Iwan di tugaskan
oleh kepala desa untuk membantu Lia dan temannya yang lain apabila
memerlukan bantuan,dengan alasan rumah Pak Iwan lebih dekat dengan rumah
dinas mereka.Bersama Dewi dan Erna, Lia sering bergantian ke rumah2 warga untuk
membantu ibu2 yg mau partus normal ataupun mengobati bayi yang sakit.
Untuk bertugas ke desa yang jauh,Pak Iwan lah yg sering mengantarkan Lia
atau temannya yg lain,karena mereka tidak mempunyai motor.tapi dengan
senang hatinya pak iwan selalu siap sedia mengantarkan bidan2 tersebut. Suatu ketika Lia bertugas mau ke rumah warga yang hendak partus,karena
larut malam,Lia takut sendirian berangkat,teman2nya pun sudah
tidur,beruntung saat Lia keluar rumah,dia melihat Pak iwan duduk di
teras sambil merokok dan minum kopi,Lia pun meminta bantuan kepada pak
Iwan.Sejak saat itu Lia dan Pak iwan lebih akrab,Lia selalu mengandalkan
pak iwan untuk menemaninya bertugas,mungkin karena pak iwan memiliki
kewibaan dan badan yg kekar sehingga Lia merasa lebih terlindungi.
Karena seringnya Lia berboncengan dengan pak iwan dan jalanan yg
rusak,Lia sering berpegangan ke pinggang pak iwan,dan dada Lia terus
menerus bergeskan dengan punggung pak iwan, walaupun Lia tidak
menyadarinya,sebenarnya pak iwan mulai menyukai lia dan nafsunya semakin
menggebu2 setiap kali membonceng lia.selain lia cantik, pak iwan pun
selalu merasakan kekenyalan dada lia. Namun Lia mempunyai perasaan yg
berbeda,dia hanya menganggap pak iwan adalh sosok yg diseganinya dan
selalu di hormatinya.
Saat malam minggu,Lia baru saja pulang dari tugasnya,setelah selesai
mandi dengan handuk putih yang melilit tubuhnya,Lia mendengar ketukan
dari pintu,dengan santai Lia membuka pintu,ternyata adalah pak iwan.
“Oo..pak Iwan,,silahkan masuk pak..”. Setelah masuk pak iwan duduk di
kursi. “Ada apa ya pak?,,”Lia bertanya sambil menutupi belahan dadanya
yg sedikit terbuka. “Nda’ apa2,,cuma mau mampir saja,sambil bawakan nasi
goreng ini,,kok kelihatn sepi,,?mba dewi sama mba erna kemana,,?”. Pak
iwan bertanya sambil matanya jelalatan seperti mencari sesuatu. “Wah
bapak kok repot2 begini,makasih ya pak.. mmm,,dewi sama erna pulang ke
kota,katanya kangen sama orangtua,,kalau begitu,saya mau ganti baju
dulu,bapak mau minum apa?”..kata Lia sambil berjalan menuju kamarnya
yang dekat dengan ruang tamu.
“Begitu ya,tidak usah repot2 mba,cukup air putih saja,,apa mba Lia nda’
kangen juga sama ibunya,,?” pak iwan berkata sambil menyalakan sebatang
rokok sampoerna.
“sebenarnya kangen sii,,tapi ortu saya lagi ada di bandung,terpaksa deh
saya tinggal sendirian disini,,”Lia pun keluar dari kamarnya dengan
membawa air aqua gelas dan makanan kecil.
Mata pak iwan tercengang saat melihat lia keluar dengan pakaian serba
minimnya,lia memakai gaun tidur warna putih tanpa lengan dan celana yang
pendek sepaha.
Lalu lia berbincang2 dengan pak iwan sambil makan nasi goreng yang di
beli pak iwan, tiba2 saja hujan dengan lebatnya,lia pun menutup pintu
karena takut dengan kilat2 yang menyambar.
Karena sudah akrab,mereka berbincang2 kesana kemari dari masalah
pekerjaan sampai masalah seks. bagi Lia,seks adalh hal yang biasa dan
pak iwan bukan orang lain baginya.
Lalu perlahan2 pak iwan pun menggeser duduknya mendekati Lia, lia pun
membiarkannya,karena dia tidak curiga sama sekali. “Mba lia,saya rasa
mba sudah cukup umur untuk menikah, apa pacar mba belum
merencakannya..?”.
“Iya pak,sebenarnya saya sudah kepingin menikah,tapi mas deny masih
terlalu sibuk sama pekerjaannya,mungkin karena dia baru beberapa bulan
di terima bekerja di perusahaan..yaa,,saya tunggu saja..”.
“Wah,kalau begitu mba sabar saja dulu,,ngomong2 baju tidur mba bagus
sekali,boleh saya pegang kainnya,,?barang kali nanti mau belikan istri2
saya yang kaya gini..”.
“Boleh,ini,,”kata lia sambil memajukan badannya ke hadapan pak iwan.
Tapi,bukannya memegang kain baju lia, pak iwan malah mengelus2 perut lia
dari luar. Sontak Lia pun terkejut dan sedikit menjauh, “Yee,,bapak kok
elus2 perut saya,,?saya kan tidak hamil pak”..
Kemudian pak iwan kembali mendekati lia,,”Bapak minta maaf,bapak kira
lia sudah hamil,,hehe” pak iwan tersenyum bercanda sambil memegang
tangan lia.
“Enak aja bapak bilang gitu,saya kan belum menikah,,”Lia berkata sambil melepas genggaman tangan pak iwan secara perlahan.
“Jangan begitu,malu saya pak,,masa bapak begitu..?” lia menambahkan.
“Mba sih terlalu cantik, badan mba membuat saya nafsu, bapak kan jadi
gemes sama mba,,mba lia mirip sama syahrini,yg d tv2 itu lo,,”. Pak iwan
mulai mengeluarkan rayuan2nya.
“Masa sih pak? Saya rasa, bapak berlebihan deh,,”. lia pun merasa tersanjung karena di puji2 oleh seseorang yg di hormatinya.
Pak iwan semakin mendekati dan melingkarkan tangannya ke bahu lia.
”Jangan begini pak, nanti ketahuan istri2 bapak, lagian saya
mengannggap bapak sudah seperti bapak saya sendiri.,,”.
”Mba tenang saja,istri saya kalaupun tahu nda’ akan berani marah,,bapak
sangat menyukai mba lia lebih dari apapun,,”. Lia hanya tersenyum
sambil memandangi pak iwan.
”maafkan saya pak,,saya bukan istri bapak,dan saya tidak mau jadi istri
bapak,,kan bapak sudah punya 2 istri”. Lia berkata dengan sopan.
Lia melepaskan tangan iwan dari tubuhnya,Tapi iwan tidak menyerah,dia
kemudian meniupkan nafasnya ke tengkuk lia yg di tumbuhi rambut
halus,dan telinga sampai dada lia. Lia bergidik merasa geli, lalu iwan
membelai2 rambut lia yg panjang dengan lembut. Karena suasana
mendukung,hawa dingin karena hujan, dan bubuk perangsang yg di masukkan
iwan ke dalam nasi goreng lia, maka lia pun terbawa hanyut dalam pelukan
pria yg hampir seusia ayahnya itu.
Lia terbawa arus gairah laki2 itu,badannya panas dingin karena sentuhan2 iwan..
Dengan liarnya tangan iwan, dia memasukkan jari2nya ke dalam baju lia
dan meremas2 bongkahan dada yg tidak terlalu besar namun sangat
menggairahkan dan juga kenyal. Sementara mulut iwan menempel di bibir
lia yg kemerah2an,lidahnya menyusup mencari2 lidah lia, cukup lama
mereka berciuman dengan penuh nafsu, lia pun hanya bisa
mendesis,,”Sssshh,,Paak,,”.
Walaupun hujan deras di luar sana, lia mengeluarkan keringat, terlihat
wajah Lia memerah menahan nafsu. ”Sssshh,,Apa yg mau bapak lakukan ke
saya,,,? Kenapa badan saya begini pak,,?”. Iwan pun tersenyum mendengar
perkataan lia,,menandakan bahwa lia sudah pasti takluk di pelukannya.
Kemudian iwan menggendong lia ke kamar, dan membaringkannya d ranjang.
”Apa mba lia bersedia untuk saya cumbui malam ini,,?” iwan berkata
sambil melepas kaosnya dan celana panjangnya. ”Jangan paak,,! saya
masih perawan..”. Lia masih sempat berpikir dengan akal sehatnya, dia
berbohong kepada iwan agar iwan merasa kasian dan menghentikan
kelakuannya.
”Tenang sayang,,saya akan pelan2..”. Bukannya kasihan tapi iwan
semakin antusias ingin cepat meniduri lia. Dan lia semakin tidak berdaya
saat iwan mulai menindihnya.
Kembali iwan mengulum bibir lia yg merekah pasrah. Iwan membuka baju
lia, terpampang lah tubuh bagian atas lia yg indah. Lia hanya mendesis
dan memejamkan matanya saat celananya di tarik iwan. Lia terlihat malu
karena dia tinggal mengenakan BH dan CD berwarna putih saja.
Iwan kemudian bergerak menciumi pipi, leher, telinga, dan dada lia
berulang ulang kali,,lia tak kuasa di perlakukan seperti itu, kedua
tangannya mulai memeluk tubuh iwan. ”Aaahh..Paak, Jangan begini,,Lia
geli..”. Iwan berhenti sebentar untuk melepas kaitan BH lia,dan saat
terlepas, iwan kagum melihat puting payudara lia yg sudah membesar
mencuat ke atas berwarna merah muda,, langsung di hisapnya puting
sebelah kanan, sedangkan puting yg sebelah kiri di main2kan dengan jari
iwan. Lia mengeluh saat iwan menjilat2 putingnya, ”Uuuuh.,,Mmm,,..
Sudah pak, lia ngga’ tahan, Ssshh,,”.
Tangan iwan menarik keluar CD lia yg sudah cukup basah, kembali iwan
mengagumi kemolekan tubuh bidan ini, vagina nya memerah merekah, mungkin
karena kulitnya yg puting. di daerah sekitarnya tumbuh bulu2 halus,tapi
tidak lebat.
Langsung saja mulutnya menciumi bibir vagina dengan buasnya,, ‘Ssllurp
ssllurp,,’ terdengar bunyi mulut iwan sedang beradu kenikmatan dengan
vagina lia,, ”Aahhh,,aahh,, Ssshh,,”. Lia memegangi kepala iwan dengan
erat,sedangkan kepalanya sendiri bergerak ke kiri dan ke kanan menahan
nafsu.
Dengan jari telunjuknya, iwan mulai mengucek2 liang vagina lia,sontak
lia pun semakin meracau ”Aaaghh,,apa itu paak yg ada d vagina
Liaa,,Uuuhh..”. Iwan malah menjawab pertanyaan lia dengan cara
memasukkan lidahnya ke lobang Lia..
”Uuuu,,,Lia pengin pipiiis,,Aaaghhh,,”. Akhirnya lia pun mengalami
orgasme yg cukup deras hanya karena cumbuan iwan di vagina nya..
Iwan terus menerus mengisap2 cairan lia sambil melepas
celananya,mencuatlah penis iwan yg sudah tegang. ”Sekarang,tolong
isapin penis bapak ya sayang”. Lia terkejut melihat penis iwan yg
terlalu besar baginya, karena penis deny pacarnya tidak sebesar dan
sepanjang itu.
”Kenapa kontol bapak besar banget pak?,,saya takut..”. Lia berkata
sambil mengocok2 penis iwan, sesekali memasukkannya ke dalam mulutnya
dan di isap2nya. ”Mba tenang saja,bapak akan memberikan kenikmatan yg
besar juga”. Iwan menenangkan Lia dan merasakan nikmatnya hisapan lia
yg cantik ini.
Puas dengan mulut lia, iwan pun merubah posisi kembali menindihnya
sambil membuka kedua paha lia. ”Pelan ya pak”, lia khawatir. Sedikit
demi sedikit kepala penis iwan memasuki lobang lia, ”Sshhh,,paak,
Aduuh..”, lia merasakan vaginanya mulai terisi oleh penis iwan.
”Aaaaaghh,,perih paak”, Dengan sekali sentakan penis iwan masuk
semuanya ke dalam vagina lia yg terus berdenyut2.
cukup lama iwan mendiamkan penisnya d dalam vagina lia,setelah lia mulai
menggeliat2 barulah iwan melakukan penetrasi,mengeluar masukkan dan
memutar2 mencari2 titik kenikmatan lia. ”Ouh,,Sssh,,Enak sekali kontol
bapak,, teruus, masukkan lebih dalam, Aahhhhh..”. Lia begitu menikmati
genjotan2 iwan yg mulanya dia tolak.
”Vagina kamu juga enak,lebih enak daripada punya istri2 saya, jarang
ada vagina seperti punya kamu yg bisa menyedot penis bapak terus2an
begini, Ouhh..”. Iwan kemudian membalik badan lia agar posisi
menungging, kembali di sodok iwan lobang kenikmatan itu dari belakang.
Susu lia menggantung dengan indahnya sambil diremas2 oleh iwan. ”vagina
saya rasanya penuh paakk,,Aaaahh,,Aaaaah,,”. Tak berapa lama kemudian
lia memuncratkan Cairan maninya saat orgasmenya yg kedua, menyusul iwan
juga tidak dapat menahan kenikmatan karena pijatan2 vagina lia. Banyak
sekali sperma yg di muntahkan iwan kedalam rahim lia, rasa hangat yg lia
rasakan.
Merekapun roboh,diam tanpa suara sambil berpelukan. Akhirnya iwan dapat
menaklukkan dan memuaskan lia gadis impiannya walaupun dia curiga bahwa
lia tidak perawan lagi. Lia terus menerus disetubuhi oleh iwan sampai
menjelang pagi, 4 ronde percintaan yg mereka lakukan. Vagina lia
dipenuhi dan diisi terus menerus oleh iwan. Lia pun sadar dia akan
segera hamil, karena waktu itu adalah masa suburnya.
Besok paginya lia terbangun tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya,
pak iwan sudah tidak ada lagi di sampingnya, mungkin sudah pulang
pikirnya. Jam menunjukkan pukul 11 pagi, terdengar ada ketukan pintu,
lia mengira itu adalah pak iwan, ternyata saat dia bukakan pintu, betapa
kagetnya lia yg datang adalah Deny,pacarnya. Deny menjemput Lia untuk
pulang ke kota, dan melamar Lia untuk menjadi istrinya, Lia pun
menerimanya.
Akhirnya selang 3 minggu Lia sudah menikah dengan Deny tapi Lia tidak
akan bisa melupakan kenangan nikmat yg telah diberikan oleh Pak Iwan.
**Tamat.**

Cerita Sex Aku Dibuat Ketagihan ML Oleh Atasanku

Cerita Sex Aku Dibuat Ketagihan ML Oleh Atasanku Gue cowok yang masih single. Gue kerja seruang dengan seorang cewek cantik. Dia atasan gue, orangnya cantik dan montok menggoda. Dia suka membuat ****** gue naik terus. Nggak heran dia punya hobby ngesex. Gue juga punya hobby yang sama. Tapi tidak semaniak dia. Hampir tiap hari dia ngesex dengan cowok yang disenanginya, bahkan gue sering diajak ‘Anu’ sama dia. Disamping gue senang dan menikmati tubuhnya yang aduhai itu, gue juga tidak berani menolak perintahnya.. pokoknya “A.I.S”-lah.. itu..tuu.. Asal Ibu Senang. Dan gue dijanjikan naik pangkat dan tentu saja gaji naik juga dong plus bonus tubuhnya yang montok itu.Dia orangnya cantik meskipun umurnya jauh diatas gue. Karena dia selalu suka pakai rok ‘super’ mini warna putih transparan. Maka gue tahu kalau dia tiap hari nggak pernah pakai CD. Yang gue heran ama dia, pas dia ada di luar ruang kerja dia selalu pakai rok biasa bahkan pernah pakai celana. Tapi pas ada di ruang kerja kita dia selalu pakai rok ‘super’ mini itu. Jadi kalau ada sesuatu yang dia butuhkan dia selalu minta tolong gue yang ngurus. Meja kerjanya yang berada di depan gue, jadi gue bisa melihat apa yang dikerjakannya. Tiap menit dia selalu memancing nafsu gue. Dia sering pura-pura lihat suasana diluar jendela, padahal dia ingin memeperlihatkan kemontokan pantatnya yang super montok itu. Lalu dia pura-pura melihat hasil kerja gue sambil dekat-dekat terus dia menundukkan kepalanya.. lalu yah jelaslah payudaranya yang tergantung bebas tanpa halangan dari BH. Dia goyangkan badannya, maka bergoyanglah payudara itu kiri-kanan-kiri lagi.. Tapi yang paling parah, dia pura-pura menjatuhkan bulpen di lantai, terus dia jongkok membelakangi gue. Pas dia nunduk, roknya tersingkap keatas jadi terlihatlah pantatnya yang montok putih dan memeknya yang putih kemerahan dengan bulu yang tampak menantang untuk dijamah. Pas dia udah ambil itu bolpoint, eh.. dijatuhin lagi terus nungging lagi.. lagi.. lagi.. Dia goyangin itu pantatnya maju-mundur, bawah-atas..lalu dia renggangkan kakinya sehingga memeknya yang lezat itu merekah bagai bunga ‘mawar’ dan begitu seterusnya. Hingga gue nggak tahan akan kelakuannya itu. Langsung aja gue deketin dia terus gue obok-obok ‘anu-nya’.. Dan ternyata.. apa yang terjadi.. ohh.. Dia menikmati sentuhan-sentuhan gue. Saat ini gue bekerja dengan lidah gue. Gue jilat sedikit kacangnya dan di “suck” agar basah. Nggak samapai dua menit udah tampak ada cairan bening di memeknya. Karena ****** gue udah nggak tahan, lalu gue masukin ****** gue ke memeknya. Dia mendesis – meronta – mengerang nikmat(3M) demikian juga gue. Hangat dan lembab. Lalu gue mula goyang kiri kanan, maju-mundur dan kadang-kadang gue putar. Dia bener-bener hebat, setelah gue agak pasif dalam gerakan gue karena udah hampir nyampe. Dia dengan perkasa menggoyang tubuhnya maju-mundur, kanan-kiri dan berputar dengan garang.
Sementara gue makin berat nahan orgasme gue, akhirnya..
“Bu boleh keluarin di dalam..?”kataku.
“Boleh aja sayang, emang sudah hampir.. ya?”katanya sambil terus menggenjot pantatnya maju-mundur.
“Ya, bu”kataku.
“Kita sama-sama ya, hmm..ohh..”.
Dengan sisa tenaga gue goyang lagi sampai gue terasa enak bener karena orgasme gue udah sampai deket pintu helm “NAZI”.
Lalu gue peluk dia dari belakang sambil gue remes dadanya. Dan cret.. cret.. cret. cret, air mani gue muncrat didalam lubang memeknya. Dan diapun merintih ohh yes dan lalu mencengkeram kursi dengan erat serta badannya bergetar dan menegang.. Rupanya dia klimaks juga. Dengan ****** dan memek masih bersatu gue tetep peluk dia dari belakang.
Dia tersenyum puas lalu melumat bibirku. Dia bilang kontolku enak banget sih. Dia kangen katanya kalau nggak dicoblos kontolku barang sehari. Nggak lama gue peluk pinggangnya kuat-kuat dari belakang sambil ngerintih akhh.. akhhgg dan lalu di dinding memeknya kubikin terasa hangat karena semprotan sperma gue tadi. Nggak ke tulungan enaknya katanya, tapi dia harus buru-buru ngrapiin baju dan nyuci memeknya. Habis gituan luemes banget dan nggak bisa kerja lagi. Abis sambil berdiri sih.
Enak juga lho making love di kantor. Apalagi kalau lembur jangan dibilang. Di meja kerja, di WC, di lift, di lantai atas gedung atau juga di dalam mobilnya juga bisa, rasa takut ketahuan itu selalu ada, tapi kenikmatannya lain dari pada yang lain, pokoknya sensasinya lain.
Malamnya gue diajak ke pub. Setelah jam dua belas malam, gue ajak dia pulang. Dia kutuntun ke mobilku karena dia mulai mabuk akibat terlalu banyak mengkonsumsi minuman dan kuantarkan ke apartemennya. Gue bingung mengapa dia nggak pulang ke rumahnya sendiri.. mengapa kesini. Kuantar sampai ke dalam kamarnya di lantai 7, gue istirahat sejenak di sofanya. Dia bangun dan menghampiri gue untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam.. tapi tubuhnya jatuh dalam pelukan gue sehingga nafsu gue untuk meng’anu’nya mulai bangkit. Kuciumi dari kening, mata, hidung hingga mulut sensualnya disambutnya ciuman gue dengan permainan lidahnya yang sudah profesional.
Lama kami berciuman dan gue mulai meremas teteknya yang agak kenyal.. lalu kubuka resleting bajunya..kemudian kususupkan tanganku ke dalam behanya untuk meremas teteknya lagi dan memainkan putingnya.. sambil terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh ke lantai.. BH.. CD.. tapi kami masih berciuman. tanganku tak tinggal diam.. meremas diatas sesekali memainkan puting dan meraba dan memainkan di bagian memeknya.. oi.. jembutnya yang menggoda.. lezatnya..
Memeknya telah banjir akibat otot memeknya mengeluarkan cairan karena rangsangan dari gue.. tangannya mulai membuka satu persatu pakaianku sampai kami berdua full bugil. Kusodok sodok jari tengahku ke dalam memeknya ..sshh.. oohh.. gung.. please.. sshh.. don’t stop..aahh.. terus jariku telunjukku memainkan itilnya yang mulai menegang .. sshh.. aahh.. dan dia mulai merebahkan badannya di sofa kuciumi lagi putingnya dan kusodok-sodok lagi memeknya dengan dua jari.. sshh.. aahh..oohh my goodd..sshh .. dia mulai mencari-cari kontolku yang sudah tegang sejak tadi.. dan mulai menghisap kontolku .. mulai dari kepala .. sshh .. aahh.. buu.. aahh.. sshh .. perlahan lahan mulutnya masuk dan melahap kontolku semuanya sshh ..hhmm.. kutambah jariku satu lagi hingga tiga yang masuk ke dalam memeknya sshh.. aachh.. tambah satu lagi hingga hanya jempol saja yang masih di luar memainkan itilnya.. sshh.. hhmm.. gue lepaskan kontolku dari mulutnya dan mulai kuarahkan ke bibir memeknya yang banjir.. perlahan lahan kudorong kontolku.. sshh.. oohh.. honey.. hhmm.. bibir bawahnya menggigit bibir atasnya.. kuangkat kedua pahanya dan kusandarkan di sandaran sofa yang sebelah kiri sedang yang kanan kuangkat.. dan bless.. aahh.. sshh.. kuayunkan perlahan lahan.. sshh.. oohh my god.. come on.. sshh..terus kuayunkan hingga kupercepat ayunanku .. sshh.. buu.. saya mau keluar buu..sshh.. keluarin di dalem aja sayang..ohh aahh.. kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku sambil terus menggoyangkan pantatnya sshh.. aahh..
Tiba-tiba dia menjerit histeris oohh..sshh.. sshh..sshh.. ternyata dia sudah keluar.. gue terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar memeknya sshh.. aahh.. dan aagghh.. crett.. crreett.. ccrreett..kutekan pantatku hingga kontolku menempel dasar memeknya.. dan keluarlah pejuku ke dalam liang memeknya.. sshh.. bbrr.. saat terakhir pejuku keluar.. guepun lemas tetapi tidak gue cabut melainkan menaikan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas gue lihat bagaimana kontolku masuk ke dalam memeknya yang di kelilingi oleh jembutnya yang menggoda.. kubelai jembutnya sambil sesekali menyentuh itilnya. Ssshh.. aahh.. gue mulai mengayunkan kembali kontolku.. biar agak ngilu gue paksakan..kapan lagi.. sshh.. aahh.. hhmm.. gue meminta dia untuk posisi nungging dengan tidak melepaskan kontolku dalam memeknya.. kontolku terasa dipelintir oleh memeknya.. terus kugenjot lagi ..sshh dan.. sshh.. dia mendorong pantatnya dan aachh.. lebih cepet honey ..sshh.. dia sudah keluar lagi
Gue masih asik mengoyang pantatku sambil meremas teteknya yang dari tadi gue biarkan.. sshh.. hhmm..aahh.. dan creett.. creett.. guepun menekan pantatku dan menarik pinggulnya hingga kontolku mentok lagi di dasar memeknya.. kami berdua sama lemas..
Dia ambil sebatang rokok.. dinyalakannya dan dia hisap itu rokok.. persis seperti saat dia menghisap ****** gue.. kami duduk dan sama menikmati permainan tersebut sambil dia merokok kami saling mengobok-obok kemaluan masing-masing.. Kuangkat tubuhnya ke tempat tidur.. kami tidak membereskan pakaian kami yang masih berserakan di lantai ruang tamu.. gue putar jam bekerja tepat pukul 5 soalnya gue mau pulang.. Dia mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkul dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku.. meskipun udara di rungan sudah dingin tetapi tubuh kami masih berkeringat akibat permainan tadi..
Pada kesempatan lain gue datang ke rumahnya nganterin surat-surat penting. Kebetulan siang itu dia lagi sendiri. “Oh kamu sayang.. ayo cepet masuk..ehhmm”katanya sambil nutup pintu. “Iya bu, saya cuma mau ngantar surat
ini “kataku.
Terus gue minta pamit pulang.. tapi.. “Aduh koq buru-buru amat sih.. ibu mau minta tolong lagi.. boleh khan ..”katanya manja. Lalu, matanya merem melek sambil lidahnya dikeluarkan, gue udah tahu pasti dia pengen ngentot lagi nich. Pokoknya udah nggak tahan deh. Langsung gue diajak dia masuk dan duduk di teras. Waktu itu dia pakai baju kulot putih transparan. Terlihat payudaranya yang montok dengan putingnya yang menyembul dari balik bajunya. Gue lihat dia lagi ‘super’ nafsu, lalu dia pancing gue untuk making love. Gue sih “A.I.S” saja.
Lalu kulot dan CD dilepaskan step by step, lalu memeknya gue raba-raba, dan kelentitnya gue diplintir sampai dia terangsang banget. Terus baju, celana dan CD gue diplorotin. Lalu kita duduk di lantai teras. Dalam posisi duduk santai kakiku selonjor, dia sedot-sedot kontolku sampai gue mendesah-desah dan kontolku menjadi tegang dan keras. Dia kangkangi kakinya terus dia pegang kontolku yang udah keras sambil mengarahkan ke memeknya yang sudah basah dan merekah itu.
Aduh enaknya terus dia naik turun terus sambil digoyang-goyang terus dikocok terus sampai kenikmatan yang tak terhingga. Rasanya dia jadi lemas dan capai, tapi dia berusaha tidak mau udahan. Kayaknya teriak tertahan, mungkin dia takut kedengaran tetangga. Dia terus naik turun dan gue juga ngimbangi dari bawah, terus sampai akhirnya gue dan dia pelukan erat-erat karena dia sudah merasa hampir klimaks, dan nggak lama dia pun menegang dan akhirnya sama-sama puncak dan keluar. Pokoknya nikmat banget, dan badan gue juga terasa lemas tak bertenaga kepinginnya nggak mau lepas dari tubuhnya. Tanpa pakai celana dulu dia pergi ke kamar mandi. Pantatnya yang montok bergoyang kanan-kiri-kanan-kiri.. Kadang dia menundukkan tubuhnya sehingga posisinya nungging ke arah gue.. sehingga memeknya terlihat merekah.. ohh. Gue melotot lihat tingkahnya begitu seronok. Ah gue cuek aja. Yang penting.. uueennaakk.. ooii.. Byyee..

Cerita Dewasa Ngentot Bersama Tetanggaku


Saya adalah seorang mahasiswa yang sedang pulang untuk liburan. Di suatu hari yang cerah, saya sedang berbaring untuk mencoba tidur siang. Ternyata ibu memanggilku dari luar. Segera saya beranjak dari tempat tidur untuk menemuinya, dan ternyata ibu memintaku untuk mengantarkan sebuah bungkusan untuk diserahkan ke teman arisannya. Tanpa banyak tanya saya segera bergerak ke alamat yang dituju yang tidak berbeda jauh dari rumahku. Sesampainya di sana aku melihat sebuah rumah yang besar dengan arsitektur yang menawan.
Aku segera memijit bel di pintu pagar rumah tersebut. Tidak beberapa lama keluarlah seorang gadis manis yang memakai kaos bergambar tweety kedodoran sehingga tidak terlihat bahwa gadis itu memakai celana, walaupun akhirnya saya melihat dia memakai celana pendek.
Singkat kata saya segera bertanya tentang keberadaan teman ibu saya.
“Hmm.., sorry nih, Ibu Raninya ada?, saya membawa kiriman untuk beliau”, tanyaku.
“Wah lagi pergi tuh, Kak.., Kakak siapa ya?”, tanyanya lagi.
“Oh saya anaknya Ibu Erlin”, jawabku.
Tiba-tiba cuaca mendung dan mulai gerimis. Sehingga gadis manis itu mempersilakan saya masuk dahulu.
“Kakak nganterin apaan sih?”, tanyanya.
“Wah.., nggak tahu tuh kayaknya sih berkas-berkas”, jawabku sambil mengikutinya ke dalam rumahnya.
“Memang sih tadi Mama titip pesen kalo nanti ada orang yang nganterin barang buat Mama.., tapi aku nggak nyangka kalo yang nganter cowo cakep!”, katanya sambil tersenyum simpul.
Mendengar pernyataan itu saya menjadi salah tingkah.
Saat saya memasuki ruang tengah rumah itu, saya menjumpai seorang gadis manis lagi yang sedang asyik nonton TV, tapi melihat kami masuk ia seperti gugup dan mematikan TV yang ditontonnya.
“Ehmm.., Trid siapa sih?”, tanya gadis itu.
“Oh iya aku Astrid dan itu temanku Dini, kakak ini yang nganterin pesanan mamaku..”, jawab gadis pemilik rumah yang ternyata bernama Astrid.
“Eh iya nama gue Ian”, jawabku.
Tidak lama kemudian aku dipersilakan duduk oleh Astrid. Aku segera mencari posisi terdekat untuk duduk, tiba-tiba saat aku mengangkat bantal yang ada di atas kursi yang akan aku duduki aku menemukan sebuah VCD porno yang segera kuletakkan di sebelahku sambil aku berkata, “Eh.., kalo ini punya kamu nyimpannya yang bener nanti ketahuan lho”.
Dengan gugup Astrid segera menyembunyikan VCD tersebut di kolong kursinya, lalu segera menyalakan TV yang ternyata sedang menayangkan adegan 2 orang pasangan yang sedang bersetubuh. Karena panik Astrid tidak dapat mengganti gambar yang ada.Untuk menenangkannya tanpa berpikir aku tiba-tiba nyeletuk.
“Emang kalian lagi nonton begini nggak ada yang tahu?”.
Dengan muka memerah karena malu mereka menjawab secara bersamaan tapi tidak kompak sehingga terlihat betapa paniknya mereka.
“Ehh.., kita lagi buat tugas biologi tentang reproduksi manusia”, jawab Astrid sekenanya. Dapat kulihat mimik mukanya yang ketakutan karena ia duduk tepat di sampingku.
“Tugas biologi?, emangnya kalian ini kelas berapa sih?”, tanyaku lagi.
“Kita udah kelas 3 SMP kok!”, jawab Dini. Aku hanya mengangguk tanda setuju saja dengan alasan mereka.
“Kenapa kalian nggak nyari model asli atau dari buku kedokteran?”, tanyaku.
“Emang nyari dimana Kak?”, tanya mereka bersamaan.
“Hi.., hi.., hi.., siapa aja.., kalo gue jadi modelnya mo dibayar berapa?”, tanyaku becanda.
“Emang kakak mau jadi model kita?”, tanyanya.
Mendengar pertanyaan itu giliran aku yang menjadi gugup.
“Siapa takut!”, jawabku nekat.
Ternyata, entah karena mereka sudah ‘horny’ gara-gara film BF yang mereka tonton itu, Astrid segera mendekatiku dengan malu-malu.
“Sorry Kak boleh ya ‘itunya’ kakak Astrid pinjem”, bisiknya.
Dengan jantung yang berdegup kencang aku membiarkan Astrid mulai membuka retsleting celanaku dan terlihat penisku yang masih tergeletak lemas.
“Hmm.., emangnya orang rumah kamu pada pulang jam berapa?”, tanyaku mengurangi degup jantungku. Tanpa dijawab Astrid hanya memegangi penisku yang mulai menegang.
“Kak, kalo cowok berdiri itu kayak gini ya?”, tanyanya.
“Wah segini sih belum apa-apa”, jawabku.
“Coba kamu raba dan elus-elus terus”, jawabku.
“Kalo di film kok kayaknya diremas-remas terus juga dimasukin mulut namanya apa sih?”, tanyanya lagi.
Ketegangan penisku hampir mencapai maksimal.
“Nah ukuran segini biasanya cowok mulai dapat memulai untuk bersetubuh, gimana kalo sekarang aku kasih tahu tentang alat kelamin wanita, Emm.., vagina namanya”, mintaku.
Tanpa banyak tanya ternyata Astrid segera melepaskan celananya sehingga terlihat vaginanya yang masih ditutupi bulu-bulu halus, Astrid duduk di sampingku sehingga dengan mudah aku mengelus-elus bibir vaginanya dan mulai memainkan clitorisnya.
“Ahh.., geli.., Kak.., ahh.., mm..”, rintihnya dengan mata yang terpejam.
“Ini yang namanya clitoris pada cewek (tanpa melepaskan jariku dari clitorisnya) nikmat kan kalo aku beginiin”, tanyaku lagi. Dan dijawab dengan anggukan kecil.
Tiba-tiba Dini yang sudah telanjang bulat memasukkan penisku ke mulutnya.
“Kok kamu sudah tahu caranya”, tanyaku ke Dini.
“Kan nyontoh yang di film”, jawabnya.
Tiba-tiba terjadi gigitan kecil di penisku, tapi kubiarkan saja dan mengarahkan tangan kiriku ke vaginanya sambil kuciumi dan kujilati vagina Astrid. Vagina Astrid mulai dibasahi oleh lendir-lendir pelumas yang meleleh keluar.
Tiba-tiba Astrid membisiku, “Kak ajarin bersetubuh dong..?”.
“Wah boleh”, jawabku sambil mencabut penisku dari mulut Dini.
“Tapi bakal sedikit sakit pertamanya, Trid. Kamu tahan yah..”, bisikku.
Aku mengangkangkan pahanya dan memainkan jariku di lubang vaginanya agar membiasakan vagina yang masih perawan itu. Dan aku pelan-pelan mulai menusukkan penisku ke dalam liang vagina Astrid, walau susahnya setengah mati karena pasti masih perawan. Ketika akan masuk aku segera mengecup bibirnya, “Tahan ya sayang..”.
“Aduh.., sakit..”, teriaknya.
Kubiarkan penisku di dalam vaginanya, beberapa menit baru kumulai gerakan pantatku sehingga penisku bergerak masuk dan keluar, mulai terlihat betapa menikmatinya Astrid akan pengalaman pertamanya.
“Masih sakit nggak, Trid”, tanyaku.
“mm.., nggak.., ahh.., ahh.., uhh.., geli Kak”.
Hampir 30 menit kami bersetubuh dan Astrid mulai mencapai klimaksnya karena terasa vaginanya basah oleh lendir.
“Kak Astrid pingin pipis!”, tanyanya.
“Jangan ditahan keluarin aja”, jawabku.
“Ah.., ahh.., emm.., e..mm”, terasa otot vaginanya menegang dan meremas penisku.
“Nah Trid kamu kayaknya udah ngerasain ejakulasi tuh”.
Aku merebahkan tubuh Astid di sampingku dan segera menarik Dini yang sedang onani sambil melihat film porno di TV.
“Sini kamu mau nggak?”, tanyaku.
Tanpa banyak tanya Dini segera bergerak mendekatiku, kuhampiri dia dan segera mengangkat kaki kirinya dan kumasukkan penisku ke vaginanya dan tampaknya ia menahan sakit saat menerima hunjaman penisku di lubang vaginanya sambil memejamkan matanya rapat-rapat, tapi sekian lama aku mengocokkan penisku di vaginanya mulai ia merintih keenakan. Aku terus melakukannya sambil berdiri bersender ke tembok.
“aahh.., Kak.., Dini.., Dini”, jeritnya dan tiba-tiba melemas, ia sudah kelur juga pikirku.
Aku bopong gadis itu ke kursi dan rupanya Astrid sudah di belakangku dan menyuruhku duduk dan memasukkan penisku ke vaginanya dengan dibimbing tangannya. Aku telah berganti tempat dan gaya, yang semua Astrid yang memerintahkan sesuai adegan di film sampai akhirnya Astrid memberitahuku bahwa ia akan keluar.
“Trid tahan yah.., aku juga udah mau selesai nih.., ahh.., aahh.., croot.., creett.., creet”, aku muntahkan beberapa cairan maniku di dalam vaginanya dan sisanya aku semprotkan di perutnya.
“Enak.., yah Kak.., hanget deh memekku.., hmm.., ini sperma kamu?”, bisiknya dan kujawab dengan ciuman di bibirnya sambil kubelai seluruh tubuh halusnya.
Setelah itu kami mandi membersihkan diri bersama-sama sambil kuraba permukaan payudara Astrid yang kira-kira berukuran cukup besar untuk gadis seusianya, karena terangsang mereka menyerangku dan memulai permainan baru yang di sponsori gadis-gadis manis ini, yang rupanya mereka telah cepat belajar.
TAMAT

Free download Kumpulan Bokep Jilbab Gratis

 

Kamar Dewasa Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger